Sabtu, 9 Mei 2026

BERITA POPULER

Lima Berita Populer Batam, Perantau Mulai Tinggalkan Batam, Hingga Predator Anak Beraksi di Batam

TribunBatam.id merangkum lima Berita Populer Batam di awal tahun 2021. Apa saja? Simak Selengkapnya.

Tayang: | Diperbarui:
TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
Lima Berita Populer Batam, Perantau Mulai Tinggalkan Batam, Covid-19 di Batam Makin Seram Hingga Predator Anak Beraksi di Batam. Foto ilustrasi. 

Risnawati (30), warga Tanjungbuntung mengatakan, ia dan beberapa rekannya sengaja ke pasar sore hanya untuk membeli daging dan jagung.

"Karena dilarang tidak boleh keluar rumah dan melakukan kerumunan, ya kami sekeluarga memilih bakar-bakar di rumah saja," ujarnya, sambil menanyakan harga jagung kepada penjual jagung.

Tidak hanya Risnawati, puluhan ibu-ibu lainnya juga terpantau memadati Pasar Bengkong Laut sore itu.

Pada umumnya mereka membeli jagung dan beberapa kebutuhan lainnya.

Berbeda dengan Risnawati, Desi (32) mengaku ia hendak membeli ikan dan sayuran sebagai bekal.

Karena nanti malam ia akan pergi menginap ke rumah saudara di Tanjungpiayu.

"Biasanya tiap tahun kami ngumpul di rumah sembari karaoke di kompleks. Karena dilarang, terpaksa kami sekeluarga memilih pergi ke Piayu," katanya.

Kebetulan suaminya libur kerja tiga hari.

"Jadi masih ada waktu banyak untuk menikmati liburan di Tanjungpiayu," ujarnya.

3. 2.784 Karyawan Swasta di Batam Terinfeksi Covid-19, Simak Update Kasus Terbaru hingga 31 Desember

Hingga 31 Desember 2020, tercatat sudah 2784 orang karyawan swasta di Batam yang dinyatakan terkonfirmasi positif covid-19.

Dengan angka itu, sekaligus membuat profesi karyawan swasta menjadi kalangan terbanyak yang kena corona.

Setelah karyawan swasta, ada ibu rumah tangga sebanyak 475 kasus, dan wiraswasta 365 kasu

Di Batam sendiri, berdasarkan catatan Tim Satgas Covid-19 total kasus covid-19 sudah mencapai 4983 kasus.

Pada 31 Desember 2020, jumlah kasus mengalami penambahan sebanyak 15 kasus.

Saat ini, kasus Covid-19 yang masih dalam perawatan mencapai angka 416 pasien.

Sedangkan pasien sembuh sebanyak 4437 dan meninggal 130 kasus. Para pasien ini dirawat di sejumlah rumah sakit, seperti RSKI Covid-19 Galang yang menampung 187 pasien.

Selain itu, ada pula pasien yang diisolasi mandiri sebanyak 59 pasien, dirawat di RS Awal Bros 72 pasien, RS Bhayangkara 6 pasien, RS Budi Kemuliaan 8 pasien, RS Camatha Sahidya 3 pasien, RS Harapan Bunda 2 pasien, RS Keluarga Husada 1 pasien, RS Graha Hermine 3 pasien, RS Soedarsono D 2 pasien, RSUD Embung Fatimah 5 pasien, RS Elisabeth Batam Kota 18 pasien, RS Elisabeth Lubuk Baja 15 pasien, RS Mutiara Aini 2 pasien, dan RSBP Batam 33 pasien.

Memasuki penghujung tahun 2020 ini, tren penambahan kasus Covid-19 bergerak di angka 104 kasus dan tergolong melandai dibanding minggu sebelumnya.

Dengan adanya penemuan kasus baru, zona merah di Batam pun kembali bertambah, menjadi tujuh wilayah.

Kecamatan Batu Ampar 27 kasus dalam perawatan, Kecamatan Sekupang 95 kasus, Kecamatan Batu Aji 33 kasus, Kecamatan Sagulung 31 kasus, Kecamatan Lubuk Baja 45 kasus, Kecamatan Nongsa 21 kasus dan Kecamatan Batam Kota 123 kasus.

Kini, satu kecamatan di wilayah hinterland masih berzona kuning, yakni Kecamatan Belakang Padang sebanyak 4 kasus, namun Kecamatan Sei Beduk mulai oranye dengan 17 kasus, dan Kecamatan Bengkong 20 kasus. Sedangkan, Kecamatan Galang dan Kecamatan Bulang masih berzona hijau tanpa kasus Covid-19.

4. Covid-19 di Batam Makin Seram, Satpol PP Jaga 10 Lokasi saat Malam Tahun Baru, Cegah Kerumunan Massa

Kasus covid-19 di Batam menjadi atensi bagi personel Satpol PP, khususnya saat perayaan malam Tahun Baru 2021.

Masuk dalam tim Satgas Covid-19, mereka menjaga 10 lokasi yang dikhawatirkan dapat menyebabkan kerumunan massa.

Kasus covid-19 di Batam hingga akhir tahun 2020 tercatat 4.983 kasus.

Dari angka itu, sebanyak 4.437 pasien sembuh corona. kasus.

Guna mencegah terjadinya kerumunan, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP Batam, Salim mengatakan, sebanyak 10 titik keramaian menjadi perhatiannya.

Titik tersebut meliputi kawasan sekitar Harbour Bay Batam, Kampung Bule Batam, daerah Sei Panas, kawasan sekitar Vihara Batam, Batam Centre, dan titik keramaian lainnya, termasuk kawasan wisata kuliner.

"Kurang lebih ada 10 titik. Petugas kami juga menyisir sejumlah titik keramain di setiap kecamatan," ujarnya kepada TribunBatam.id, Jumat (1/1/2021).

Salim menambahkan, patroli mencegah terjadinya kerumunan massa ini hanya sebatas memberikan imbauan kepada warga.

Menurut Salim, hal ini wajar adanya. Sebab, Penanganan Covid masih menjadi salah satu hal paling serius.

Mengingat, sudah 4.983 orang dinyatakan positif Covid-19 di Kota Batam.

Dimana, sebanyak 4.437 orang di antaranya berhasil sembuh dan 416 orang tengah menjalani perawatan di beberapa rumah sakit rujukan.

Sementara itu, total pasien Covid-19 meninggal sebanyak 130 orang.

Sementara itu, pantauan Tribun Batam di malam perayaan tahun baru, beberapa warga di titik keramaian langsung membubarkan diri saat tim Satgas Covid-19 Batam melakukan patroli.

Hal ini terlihat di salah satu pusat keramaian di kawasan Batam Centre. Dimana, warga di sekitar gelanggang permainan langsung membubarkan diri ketika tim Satgas Covid-19 datang.

"Memang tugas mereka untuk patroli," ujar salah seorang warga saat itu.

Namun, usai tim Satgas Covid-19 Batam pergi, beberapa warga berniat untuk kembali di gelanggang permainan itu.

"Sudah, kita lanjut saja," teriak salah seorang warga. Namun, beberapa di antara mereka hanya diam saja di depan gelanggang permainan tersebut.

5. Predator Anak Beraksi di Batam, Muncul di Dua Lokasi, Alami Gangguan Jiwa?

Predator Anak Beraksi di Batam, tepatnya di Kecamatan Sekupang.

Tak tanggung-tanggung, Unit Reskrim Polsek Sekupang meringkus dua tersangka dalam satu hari.

Dua tersangka berinisial HS (36) dan AR (36) beraksi di dua lokasi berbeda.

Pelaku HS (36) tahun ditangkap setelah ia melancarkan aksinya kepada seorang anak di bawah umur RA (13) tahun.

Aksi bejat itu terjadi di kawasan di dekat Pos Tiban Danau, Sekupang, Selasa (29/12) pagi.

Ia dibekuk di Simpang Tiban, Kaveling KSB, Sekupang, Batam di hari yang sama.

Sementara tersangka AR punya ceritanya sendiri.

Ia mengajak korbannya yang masih TK jalan-jalan ke arah Marina.

Di lokasi itu, ia berbuat tak pantas kepada bocah laki-laki itu.

"Sudah kami tangkap, berdasarkan laporan korban dan pengaduan pihak keluarga.

Kami meminta keluarga untuk tetap memperhatikan dan mengawasi anak-anaknya. Hari ini kita menangani dua kasus predator anak," ucap Kapolsek Sekupang, AKP Yudi Arvian kepada TribunBatam.id.

Orang tua korban, IS mengatakan, kasus tersebut baru diketahui setelah anak TK, mengaku disodomi pelaku.

Kejadian bermula saat korban menemani temannya potong rambut, Kamis (23/12/2020) lalu.

Tiba-tiba didatangi pelaku. Saat itu pelaku mengajak korban untuk jalan-jalan membeli KFC.

"Pengakuan anak saya, dia diajak jalan-jalan beli KFC. Namun malah dibawa ke arah Marina.

Di sana anak saya dilecehkan sama pelaku," ujar IS, berurai air mata di RSUD Embung Fatimah, Selasa (29/12/2020).

Ia mengaku, jika anak pertamanya itu tidak mau mengaku kalau telah disodomi AR.

Sang ibu tentu tidak lantas percaya begitu saja. Apalagi melihat leher anaknya itu merah-merah.

Ketakutan itu semakin menjadi-jadi ketika anaknya itu mengatakan sakit di bagian lubang anusnya.

"Awalnya anak saya ngaku digigit semut. Pas dia ngaku sakit saya langsung bawa periksa dan hasilnya ada luka lecet di bagian anusnya.

Setelah kami paksa tanya baru dia ngaku sudah digituin pelaku," ungkap IS.

Mendapati anaknya telah dicabuli AR, IS bersama suaminya segera mendatangi rumah pelaku.

Kebetulan rumahnya tak jauh dari rumah pelaku.

Saat ditemui, AR tak kunjung pulang setelah mengantar korban.

Keluarga korban pun menunggu hingga malam. AR yang baru pulang langsung diamankan pihak RT RW untuk dibawa ke kantor polisi.

"Awalnya dibawa ke Polsek Sagulung, Namun karena lokasi kejadian di Marina, lalu diarahkan pelaku dibawa ke Polsek Sekupang," tambah ibu dua anak itu lagi.

Dua hari di Polsek Sekupang, orang tua AR, MN menyebut jika anaknya mengidap gangguan jiwa.

Hal ini MN buktikan dengan sejumlah dokumen rujukan pengobatan di sejumlah rumah sakit.

Polisi dan orang tua korban tentu tak bisa percaya begitu saja.

Akhirnya, Selasa (29/12/2020) polisi bersama aparat kelurahan, RT dan RW serta keluarga korban membawa pelaku ke RSUD Embung Fatimah untuk pemeriksaan kejiwaan.

"Kata ibunya gila, tapi kok bisa orang gila ngajak anak-anak jalan dan bebas berkeliaran begitu saja.

Jangan karena mau menghindari hukuman dia ngaku gila, makanya kita ingin tahu bagaimana sebenarnya.

Dia sudah merusak anak saya," ucapnya. (TribunBatam.id/Muhammad Ilham/Hening Sekar Utami/Roma Uly Sianturi/Ronnye Lodo Laleng/Ichwan Nur Fadillah/Beres Lumbantobing)

Baca berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved