BERKAH Pandemi, Inilah 8 Ilmuwan dan Pebisnis Kesehatan yang Kaya Raya Selama 2020

BERKAH Pandemi, Inilah 8 Ilmuwan dan Pebisnis Kesehatan yang Kaya Raya Selama 2020.

IST
KAYA RAYA - BERKAH Pandemi, Inilah 8 Ilmuwan dan Pebisnis Kesehatan yang Kaya Raya Selama 2020. FOTO: ROBERT LANGER 

Saham dari Kangtai naik 90 persen sejak awal 2020, dimana Yuan sendiri sudah bekerja di perusahaan tersebut dari 2012-2015 sebagai manajer dan direktur.

Sejak 2017, Yuan ditunjuk menjadi direktur di anak perusahaan Kangtai, Beijing Minhai Biotechnology.

Kangtai sendiri adalah pabrikan eksklusif dari China yang bekerja sama denganAstraZeneca dan Universitas Oxford, untuk mengembangkan vaksin.

Tetapi perusahaan ini sendiri mempunyai catatan sejarah yang kurang baik.

Pada 2013, vaksin hepatitis B-nya dikaitkan dengan kematian 17 bayi, walaupun pada akhirnya penyidikan dari pemerintah berujung buntu dan beberapa pihak kritikus mendapatkan tekanan untuk menarik artikel tersebut.

Sampai saat ini, perwakilan dari Shenzhen Kangtai tidak belum memberikan pernyataan soal isu tersebut.

Baca juga: 8 Konglomerat Pemilik Bank Swasta Besar di Indonesia, BCA hingga Bank Mega

4. Hu Kun

Kekayaan bersih: 3,9 miliar dollar AS (Rp 55,1 triliun)

Hu Kun merupakan ketua dari Contec Medical Systems, produsen perangkat medis yang berlokasi di kota Pelabuhan Qinhuangdao di timur laut China.

Dia membawa perusahaan itu ke melantai di pasar saham Shenzhen pada Agustus 2020.

Selain itu, Hu menguasai hampir setengah dari saham perusahaan, yang naik hampir 150 persen sejak IPO.

Sekitar 70 persen pendapatan Contec sendiri datang dari produk-produk medis rumah sakit seperti nebulizer, stetoskop, dan monitor tekanan darah.

Baca juga: Adu Harta Kekayaan 4 Konglomerat Pemilik Stasiun TV, Siapa Paling Tajir?

5. Carl Hansen

Kekayaan bersih: 2,9 miliar dollar AS (Rp 40,9 triliun)

Hansen adalah CEO dan salah satu pendiri AbCellera yang berlokasi di Vancouver.

AbCellera sendiri adalah perusahaan bioteknologi yang menggunakan kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin untuk mengidentifikasi perawatan antibodi paling efektif.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved