BERKAH Pandemi, Inilah 8 Ilmuwan dan Pebisnis Kesehatan yang Kaya Raya Selama 2020

BERKAH Pandemi, Inilah 8 Ilmuwan dan Pebisnis Kesehatan yang Kaya Raya Selama 2020.

IST
KAYA RAYA - BERKAH Pandemi, Inilah 8 Ilmuwan dan Pebisnis Kesehatan yang Kaya Raya Selama 2020. FOTO: ROBERT LANGER 

Hansen mendirikan perusahaanya pada 2012.

Hingga 2019, dia juga bekerja sebagai profesor di University of British Columbia, tetapi pada akhirnya memutuskan untuk berfokus penuh di AbCellera.

Keputusan tersebut tampaknya tepat mengingat kepemilikan sebesar 23 persen di perusahaan tersbut membuat dirinya masuk klub pendatang miliarder terbaru.

AbCellera sendiri berhasil melantai di Nasdaq pada 11 Desember 2020.

Pemerintah AS telah memesan 300.000 dosis bamlanivimab, antibodi yang ditemukan AbCellera dalam kemitraan dengan Eli Lilly yang menerima persetujuan FDA sebagai pengobatan Covid-19 pada November.

Baca juga: 40,2 Juta Orang Akan Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama, Berlangsung 2 Tahap

6. Timothy Springer

Kekayaan bersih: 2 miliar dollar AS (Rp 28,2 triliun)

Sebagai ahli imunologi dan profesor kimia biologi dan farmakologi molekuler di Universitas Harvard, Springer adalah investor pendiri di Moderna pada 2010.

Saat itu, dia menanamkan modal sekitar 5 juta dollar AS untuk perusahaan tersebut.

Satu dekade kemudian, 3,5 persen sahamnya sekarang bernilai sekitar 1,6 miliar dollar AS.

Springer dikenal sebagai sosok yang aktif berinvestasi di bidang biotek, di mana dirinya memiliki saham kecil di perusahaan publik Scholar Rock and Morphic Therapeutic.

Springer berhasil mendapatkan bayaran terbesarnya pada 1999.

Saat itu, dia menjual LeukoSite, perusahaan bioteknologi yang dia dirikan pada 1993 kepada Millennium Therapeutics seharga 635 juta dollar AS.

Baca juga: 4 Konglomerat Indonesia yang Miliki Bisnis Rumah Sakit Mewah, Salah Satunya Ada di Batam

7. Sergio Stevanato

Kekayaan bersih: 1,8 miliar dollar AS (Rp 25,4 triliun)

Stevanato adalah presiden dari perusahaan kemasan medis Italia Stevanato Group.

Perusahaan tersebut adalah produsen botol kaca terbesar kedua di dunia dan pemasok botol kaca terkemuka untuk lebih dari 40 vaksin Covid-19.

Didirikan di pinggiran Venesia pada 1949 oleh ayahnya yang bernama Giovanni, perusahaan itu saat ini dijalankan anak-anak Sergio, yakni Franco dan Marco, yang masing-masing menjabat sebagai CEO dan wakil presiden.

Perusahaan yang sekarang bernilai 700 juta dollar AS ini pun juga merupakan produsen pena insulin terbesar di dunia.

Selain itu, juga membuat mesin yang mampu mensterilkan, dan mengemas miliaran botol, jarum suntik, dan produk kaca lainnya.

Baca juga: 4 Konglomerat Tertua di Indonesia, Diberkahi Umur Panjang Lebih dari 90 Tahun

8. Robert Langer

Kekayaan bersih: 1,5 miliar dollar AS (Rp 21,2 triliun)

Dikenal sebagai "Edison of Medicine" untuk pekerjaannya di bidang teknis biomedis, Langer sendiri adalah profesor teknik kimia di Institut Teknologi Massachusetts.

Dia merupakan investor awal dari Moderna pada 2010, di mana hingga kini, dia belum pernah menjual sahamnya.

Setidaknya, 3 persen saham yang dimiliki Langer saat ini dilaporkan sudah bernilai sekitar 1,5 miliar dollar AS.

Langer juga memiliki investasi kecil di perusahaan rintisan bioteknologi SQZ Biotechnologies dan Frequency Therapeutics yang diperdagangkan secara publik, dimana keduanya didirikan mahasiswa pascadoktoral dari labnya.

Sekarang ini, Langer sudah memegang lebih dari 1.400 paten yang telah dilisensikan lebih dari 400 kali kepada perusahaan farmasi dan medis.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "10 Ilmuwan dan Pengusaha Kesehatan yang Jadi Miliarder 2020, Siapa Saja Mereka?".

Baca berita terbaru lainnya di Google!

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved