Kabid di DLH Batam Bentak Juru Pungut Retribusi Sampah, 'Biasa, Tak Ada Ribut'
Kabid Persampahan DLH Batam Faisal menyebut tidak ada ribut antara ia dengan juru pungut retribusi sampah, Rabu (6/1). Hanya selisih paham?
"Tiba-tiba datang dan mempertanyakan. Kita sudah ada standar siapa yang diperpanjang dan siapa yang tak diperpanjang kontraknya," sebut Faisal.
Bentak Juru Pungut Retribusi Sampah
Apa yang dialami Robin Rabu (6/1/2021) hari itu tak akan dilupakan olehnya.
Pria 56 tahun itu mengaku mendapat perlakuan kasar dari Kabid Persampahan, Faisal saat berada di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam di Sekupang.
Wajahnya tak lagi ceria. Ia bahkan tak selera makan ketika duduk di depan kantor OPD Pemko Batam.
Apalagi saat kejadian itu, pria yang berprofesi petugas pungut retribusi sampah itu ditemani istri dan anaknya.
Robin mengaku duah 9 tahun menekuni profesi ini.
Keluarga dan tiga anaknya bisa bertahan hidup dari profesi yang ia jalankan kini.
"Sejak bekerja, baru kali ini saya diperlakukan seperti ini.
Jangan lah begitu sama saya. Saya sudah tua, masih punya keluarga. Masa iya mau di 'gas'-nya," ucapnya saat ditemui TribunBatam.id.
Keributan di kantor Pemko Batam itu bermula saat ia hendak menjumpai Kabid Persampahan itu.
Kedatangan Robin menemui Kabid Persampahan pagi itu bukan tanpa alasan.
Pasalnya banyak sopir mobil pengangkut sampah yang dipecat oleh Kabid Persampahan.
Setidaknya, ada 15 sopir yang mengadu kepadanya akan nasibnya.
Menurut pengakuan sopir itu, pemecatan dilakukan karena beda dukungan politik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kantor-dlh-batam_20171025_133358.jpg)