Social Distancing Ekstrem Warga Banyumas, Pagari Rumah dengan Seng Takut Tertular Corona
Sejak kemunculannya di Indonesia awal 2020 silam, virus corona seakan menjadi teror ke masyarakat yang takut terinfeksi melakukan hal di luar nalar
Mengandalkan pedagang keliling
Untuk mengurangi interaksi dengan orang luar, Sabar mengaku untuk kebutuhan sehari-hari mengandalkan pedagang keliling.
"Di sini banyak pedagang keliling, ada sayur dan lainnya.
Baca juga: Apakah Setelah Disuntik Vaksin Masih Bisa Tertular Covid-19? Jawabannya Bisa, Mengapa Begitu?
Baca juga: Sosok Richard Muljadi Cucu Konglomeret yang Borong Tiket Pesawat ke Bali Karena Takut COVID-19
Baca juga: Covid-19 Update in Aceh, North Sumatra, West Sumatra, Riau, Riau Islands, Jambi, and Bengkulu, (1/7)
Kadang anak-anak juga order lewat ojek online," kata pria yang berprofesi sebagai pesulap keliling ini.
Dengan upaya yang dilakukan itu, ia berharap bisa mengurangi potensi dari tertular dari virus corona.
"Covid-19 ini sudah di depan mata.
Begini saja (menutup rumah dengan seng) saya tidak yakin bisa terlindungi, tapi ini sudah upaya paling maksimal," ujar Sabar.
Baca juga: Vaksin Corona Masuk Kepri, Kadinkes: Masyarakat Tak Boleh Menolak, Perintah Presiden
Baca juga: Vaksinasi Corona di Batam, RSUD Embung Fatimah Masih Koordinasi dengan Dinkes
Baca juga: CATAT, Inilah 4 Kelompok Orang yang Tidak Boleh Disuntik Vaksin Corona, Anda Termasuk?
.
.
.
Baca berita menarik TRIBUNBATAM.id lainnya di Google
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Pagari Rumahnya dengan Seng agar Tak Tertular Corona, Sabar: Saya Hanya Berusaha Menjaga Diri
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/rumah-milik-sabar-suharno.jpg)