Selasa, 21 April 2026

Social Distancing Ekstrem Warga Banyumas, Pagari Rumah dengan Seng Takut Tertular Corona

Sejak kemunculannya di Indonesia awal 2020 silam, virus corona seakan menjadi teror ke masyarakat yang takut terinfeksi melakukan hal di luar nalar

KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAIN
Social Distancing Ekstrem Warga Banyumas, Pagari Rumah dengan Seng Takut Tertular Corona 

TRIBUNBATAM.id - Social Distancing Ekstrem Warga Banyumas, Pagari Rumah dengan Seng Takut Tertular Corona.

Sejak kemunculannya di Indonesia awal 2020 silam, virus corona seakan menjadi teror ke masyarakat.

Tingginya kasus positif terinfeksi dan belum jelasnya vaksin Covid-19, membuat ketakutan terserang corona menjadi-jadi.

Seperti yang dialami seorang warga Desa Ajibarang Wetan, Kecamatan Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah, bernama Sabar Suharno (46).

Baca juga: Apakah Setelah Disuntik Vaksin Masih Bisa Tertular Covid-19? Jawabannya Bisa, Mengapa Begitu?

Baca juga: Covid-19 Update in Aceh, North Sumatra, West Sumatra, Riau, Riau Islands, Jambi, and Bengkulu, (1/7)

Saking takutnya terinfeksi Covid-19, ia nekat memagar rumahnya dengan seng.

Seorang wanita Saudi memberi isyarat setelah dia menerima dosis pertama vaksin corona
Seorang wanita Saudi memberi isyarat setelah dia menerima dosis pertama vaksin corona (Al Jazeera)

Meski upaya yang dilakukannya dianggap berlebihan dan menjadi omongan tetangga, namun, ia tak peduli.

"Orang selalu ada yang pro dan kontra, saya enggak masalah, saya juga tidak mengganggu lingkungan.

Saya hanya berusaha menjaga diri," tutur Sabar, Jumat (8/1/2021).

Baca juga: MUI Sebut Vaksin Covid-19 Sinovac Suci dan Halal, Soal Keamanan Vaksin Bukan Wewenangnya

Baca juga: Cerita Raja Aisyah, Jual Minuman Para Raja dari Pulau Penyengat saat Pandemi Covid-19

Baca juga: Update Corona di Karimun Hari Ini, Satu Keluarga Positif Covid-19, Total Tambah 5 Kasus

Menurut Sabar, upaya membatasi diri berinteraksi dengan cara menutup rapat rumahnya dengan seng itu sudah dilakukan sejak dua pekan terakhir.

Positif Covid-19, Aa Gym jalani isolasi mandiri
Positif Covid-19, Aa Gym jalani isolasi mandiri (YouTube Aagymofficial)

Ketakutan yang berlebihan itu dirasakan Sabar setelah melihat jumlah kasus Covid-19 yang diketahui terus meningkat.

Terlebih lagi, saat itu ada salah seorang tetangganya yang meninggal akibat terpapar virus tersebut.

"Saya sering melihat berita-berita tentang Covid-19, jadi ketakutan saya lebih dari warga yang lain," kata Sabar.

Baca juga: Daftar Riwayat 9 Pasien Terpapar Corona di Tanjungpinang, Berikut Update Covid-19

Baca juga: Jadwal Vaksinasi Covid-19 untuk Masyarakat Kepri Diprediksi April, Ini Kata Kadinkes

Baca juga: DAFTAR Orang yang tak Boleh dan Berisiko Jika Divaksinasi Covid-19

Tidak hanya itu, untuk memudahkan melihat orang yang akan berkunjung ke rumahnya tersebut, pihaknya juga telah memasang CCTV.

Sehingga, ketika ada tamu yang datang bisa dilihatnya tanpa harus keluar rumah.

GEJALA COVID-19 - Waspada! Inilah ciri-ciri kulit ruam yang jadi gejala baru Covid-19. FOTO: ILUSTRASI
Kulit ruam yang jadi gejala baru Covid-19. FOTO: ILUSTRASI (IST)

"Kemarin ada teman saya yang dari luar kota mau mampir ke sini, tapi tidak saya perbolehkan, sudah dekat sini padahal," kata Sabar.

Mengandalkan pedagang keliling

Untuk mengurangi interaksi dengan orang luar, Sabar mengaku untuk kebutuhan sehari-hari mengandalkan pedagang keliling.

"Di sini banyak pedagang keliling, ada sayur dan lainnya.

Baca juga: Apakah Setelah Disuntik Vaksin Masih Bisa Tertular Covid-19? Jawabannya Bisa, Mengapa Begitu?

Baca juga: Sosok Richard Muljadi Cucu Konglomeret yang Borong Tiket Pesawat ke Bali Karena Takut COVID-19

Baca juga: Covid-19 Update in Aceh, North Sumatra, West Sumatra, Riau, Riau Islands, Jambi, and Bengkulu, (1/7)

Kadang anak-anak juga order lewat ojek online," kata pria yang berprofesi sebagai pesulap keliling ini.

Dengan upaya yang dilakukan itu, ia berharap bisa mengurangi potensi dari tertular dari virus corona.

Rumah milik Sabar Suharno (46) warga RT 2 RW 10, Desa Ajibarang Wetan, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, ditutup dengan seng
Rumah milik Sabar Suharno (46) warga RT 2 RW 10, Desa Ajibarang Wetan, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, ditutup dengan seng (KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAIN)

"Covid-19 ini sudah di depan mata.

Begini saja (menutup rumah dengan seng) saya tidak yakin bisa terlindungi, tapi ini sudah upaya paling maksimal," ujar Sabar.

Baca juga: Vaksin Corona Masuk Kepri, Kadinkes: Masyarakat Tak Boleh Menolak, Perintah Presiden

Baca juga: Vaksinasi Corona di Batam, RSUD Embung Fatimah Masih Koordinasi dengan Dinkes

Baca juga: CATAT, Inilah 4 Kelompok Orang yang Tidak Boleh Disuntik Vaksin Corona, Anda Termasuk?

.

.

.

Baca berita menarik TRIBUNBATAM.id lainnya di Google

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Pagari Rumahnya dengan Seng agar Tak Tertular Corona, Sabar: Saya Hanya Berusaha Menjaga Diri

(*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved