PENANGANAN COVID

Vaksin Covid-19 Sinovac Halal, Kemenag Batam: Tujuannya untuk Menyehatkan, Kami Dukung

Kepala Kemenag Batam Zulkarnain Umar bilang, sudah ada jaminan vaksin Covid-19 halal. Diimbau untuk umat Islam khususnya,tak perlu ragu ikut vaksinasi

Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Roma Uly Sianturi
Vaksin Covid-19 Sinovac Halal, Kemenag Batam: Tujuannya untuk Menyehatkan, Kami Dukung. Foto Sosialisasi Vaksinasi Covid-19 di Panggung Utama Dataran Engku Putri, Batam Center, Senin (11/1/2020). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Batam, Zulkarnain Umar mengatakan, berdasarkan keterangan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), vaksin Covid-19 Sinovac dinyatakan halal.

Meskipun hingga saat ini belum ada fatwa halal terkait vaksin Covid-19, karena masih menunggu izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Tinggal izin BPOM sudah ada, fatwa halal juga akan dikeluarkan," ujar Zulkarnain saat Sosialisasi Vaksin Covid-19 di Panggung Utama Dataran Engku Putri Batam Center, Batam, Senin (11/1/2021).

Dalam sosialisasi ini, ia mengimbau kepada umat Islam khususnya, sudah ada jaminan terkait kehalalan vaksin ini. Sehingga tidak ada keraguan untuk ikut vaksinasi.

"Jadi karena ini tujuannya menyehatkan, dan wajib untuk diikuti, kami di Kemenag juga akan mendukung sekali kegiatan ini.

Baca juga: Selain Tenaga Medis, Ini Daftar Prioritas Penerima Vaksin Covid-19 di Batam

Dalam waktu dekat, kami juga akan sosialisasi di lingkungan Kemenag," ujarnya.

Perwakilan dari RS Elizabeth, dr Ferdinan Saragih yang merupakan spesialis penyakit dalam mengatakan, virus Covid-19 ini adalah pandemi yang luar biasa.

Virus ini juga bermutasi menjadi varian terbaru yang memiliki tingkat penularan lebih cepat dari yang sebelumnya.

"Vaksin di Indonesia adalah vaksin Sinovac. Untuk vaksinasi Covid-19 kekebalan mencapai 70 persen. Masyarakat Indonesia wajib divaksinasi," kata dia.

Ia menambahkan, efek samping dari vaksin memang ada. Namun hingga kini belum ada yang menyebabkan kematian. Jadi masyarakat tidak usah khawatir.

Tenaga kesehatan akan mengecek dan memastikan penerima vaksin layak.

"Jadi aman. Fase tiganya sudah dikerjakan di Indonesia. Ada katanya efek samping sampai menyebabkan kematian itu hoaks. Reaksi lokalnya paling nyeri karena bekas suntik. Reaksi sistemik paling lemas," terangnya.

Ketua Bidang Kesehatan, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batam, Didi Kusmarjadi mengatakan, untuk pelaksanaan vaksinasi masih tahap finalisasi.

Hingga kini ia bersama tim kesehatan masih menyusun data penerima vaksin pada Kamis (14/1/2021) mendatang.

"Masih dirapatkan lagi. Nanti akan dirilis nama-nama penerima vaksin pertama ini," ucapnya.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved