LINGGA TERKINI
Banyak Jalan Rusak, Warga Minta Akses Jalan di Kecamatan Singkep Barat Lingga segera Diperbaiki
Warga Desa Marok Tua, Udin prihatin jalan rusak itu semakin rusak akibat intensitas hujan tinggi belakangan ini.Udin berharap jalan segera diperbaiki
Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
Ismawati melanjutkan, saat ini anaknya yang duduk di bangku SD dan SMP diliburkan karena musibah itu. Di sisi lain, baju-baju sekolah juga basah.
"Pohon-pohon kelapa banyak yang tumbang karena kikisan pasir pantai. Subuh itu ramai warga yang keluar rumah sambil membangunkan orang di rumah yang terendam banjir," kata Ismawati.
Ismati mengatakan, para warga merasa bersyukur atas saluran bantuan yang terus datang ke tempat pengungsian.
"Alhamdulillah ada saja bantuan. Salut kami sama orang yang bantu. Baik itu dari desa, kecamatan, puskesmas, donatur organisasi-organisasi.
Alhamdulillah makanan tidak putus. Terus di sini kenal juga sama warga yang sebelumnya belum kenal, Alhamdulillah silaturahmi," ungkap Ismawati.
Dari informasi, musibah seperti ini terjadi 5 tahun sekali.
"2016 kemarin saya ngungsi juga," sahut warga lainnya yang ikut mengungsi bersama Ismawati.
Lahasa, warga Kampung Baru mengatakan, rumahnya sudah rusak parah akibat terjangan gelombang laut.
"Dapur saya roboh, dengan keseluruhan rumah saya hampir roboh, hancur. Saya sudah buat bendungan selama 3 tahun, tapi untuk gelombang yang satu ini saya tidak bisa berbuat apa-apa," katanya.
"Sebenernya kalau hanya gelombang laut saja tidak masalah, kemungkinan tidak apa-apa. Tapi saat itu ditambah lagi hujan lebat, habis semuanya.
Hewan-hewan kayak ayam ada yang mati juga karena kandang tidak dibuka.
Saat itu saya mau buka pintu rumah susah, harus gali dulu, karena pintu sudah tertimbun pasir yang dibawa gelombang," kata Lahasa saat menceritakan kejadian kepada TribunBatam.id.
Lahasa tak terlalu banyak meminta soal bantuan yang dibutuhkannya.
"Kalau ada bantuan Alhamdulillah kita terima, kalau tidak ada yang kita maklum. Karena kita tahu negara kita juga dalam situasi saat ini.
Kalau sudah dibolehkan pulang oleh Kades, saya mulai perbaiki sendiri," tutur nelayan itu.
Banjir Rob di Singkep Pesisir
Tak jauh beda dengan warga Desa Batu Berdaun, belasan rumah yang berada di Desa Persing, Kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri teredam banjir akibat air laut pasang dan ombak kuat, Rabu (13/1/2021).
Banjir rob yang terjadi sejak dini hari, sekira pukul 03.00 WIB itu, membuat aktivitas warga sebagai pengolah ikan teri lumpuh.
Selain itu, akses jalan utama penghubung antar kecamatan yang berada di dekat laut ikut terendam banjir, sehingga kendaraan yang melintas melambat.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, namun puluhan warga terpaksa mengungsi ke tempat lain. Sebagian di antaranya membawa alat perabotan rumahnya.
Kapolres Lingga, AKBP Arief Robby Rachman, bersama Waka Polres Lingga, Kompol M Tahang dan sejumlah Pejabat Utama (Pju) Polres Lingga ikut membantu evakuasi warga. Saat itu kondisinya sedang gerimis.
"Untuk sementara kita dirikan posko di sini untuk membantu warga. Selain untuk distribusi sembako dan barang-barang yang dibutuhkan korban banjir agar lebih mudah, keberadaan posko ini kita harapkan juga menjadi pusat informasi sehingga bantuan tepat dan sesuai sasaran," terang AKBP Arief Robby Rachman.
Menurut Arief, beberapa waktu lalu jajaran Polres Lingga sudah meminta kepada masyarakat untuk waspada terhadap datangnya musim penghujan dan cuaca ekstrem.
Hal ini karena rumah-rumah warga terutama yang berada di Desa Persing ini dibangun tepat di bibir pantai, sehingga cukup rawan bagi masyarakat yang tinggal di daerah tersebut.
"Kita dari pihak kepolisian sudah memberi imbauan agar masyarakat waspada dan berhati-hati terutama bagi mereka yang tinggal di pinggir pantai.
Kita sama-sama berharap musibah ini cepat selesai," ujarnya.
Sementara itu di lokasi banjir rob di Desa Persing, sejumlah warga di bantu aparat Kepolisian, Satpol PP, Tagana dan BPBD Lingga masih disibukkan dengan bersih-bersih dan menyelamatkan sejumlah barang berharga.
Kondisi air laut pasang ini masuk hingga ke pemukiman padat penduduk. Akibat kejadian ini, sebagian barang berharga berupa perangkat elektronik dan perabotan rumah pun rusak.
Pantauan TribunBatam.id, air laut sudah mulai menyurut sejak pukul 13.00 WIB.
(TribunBatam.id/Febriyuanda)
Baca juga berita Tribun Batam lainnya di Google
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/1601jalan-rusak-di-singkep-barat-lingga.jpg)