Rabu, 15 April 2026

Kisah Kecamuk Perang Jawa: Suratan Tragis Sang Pangeran

Kecamuk Perang Jawa ini bukan karena pelebaran jalan yang memangkas tanah Pangeran, seperti diajarkan dalam pelajaran sejarah di sekolah dasar

Editor: Mairi Nandarson
national geographic
Kisah Kecamuk Perang Jawa yang pernah diterbitkan National Geographic 

Bayi lelaki itu bernama Bendara Raden Mas Mustahar.

Anak dari pasangan putra sulung Sultan Hamengkubuwana II—yang kelak pada 1812 bertakhta sebagai Sultan Ketiga—dan istri tak resminya, Raden Ayu Mangkarawati.

Konon, orang yang lahir pada Jumat Wage biasanya banyak bicara, namun hal yang dibicarakan tepat.

Kelahiran kala fajar juga kerap dikaitkan dengan sosok peneroka zaman.

Saat remaja, pada akhir 1805, namanya berganti menjadi Raden Antawirya.

Gelar Pangeran Dipanagara disandangnya pada 1812.

Pangeran itu memberikan pemaknaan atas namanya sebagai seorang yang menyebarkan pencerahan dan kekuatan bagi sebuah negara.

“Dipanagara itu bukan nama orang,” ungkap Ki Roni.

“Itu adalah gelar kepangeranan yang dipakai oleh para putra raja pada zaman dahulu.”

Peta sebagian Pulau Jawa: Latar Belakang Perang 1825-1830 oleh L.M. Lange,  publikasi 1840. Dia adalah mayor Nederlandsch Indisch Leger dari Ridder der Militaire Willems Orde.
Peta sebagian Pulau Jawa: Latar Belakang Perang 1825-1830 oleh L.M. Lange, publikasi 1840. Dia adalah mayor Nederlandsch Indisch Leger dari Ridder der Militaire Willems Orde. KITLV

Babad Dipanagara yang tersimpan di Perpustakaan Nasional merupakan autobiogra­finya dalam aksara pegon (Arab gundul).

Ditulis ketika pengasingannya di Fort Amsterdam, Manado.

Namun, naskah yang saya saksikan itu bukan asli­nya. A.B. Cohen Stuart, ahli sastra Jawa kuno, menya­linnya pada 1860-an.

Sayang, naskah asli yang disimpan keturunan Pangeran di Makassar itu sudah hancur.

Kabar baiknya, salinan ini diakui UNESCO sebagai Memory of the World pada Juni 2013.

Dalam tembang macapat, babad bercerita jujur tentang pribadi Dipanagara yang berbudaya dan beragama Islam-Jawa.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved