BATAM TERKINI

Tagihan Air Melonjak, di Depan DPRD Batam Warga Tuntut Solusi ke PT Moya SPAM Batam

Salah seorang warga, Juanda mengeluhkan tagihan pembayaran air di kediamannya mencapai hampir tujuh kali lipat di bulan Desember 2020.

TRIBUNBATAM.id/HENING SEKAR UTAMI
PT Moya SPAM Batam kembali menghadiri undangan rapat dengar pendapat (RDP) oleh Komisi III DPRD Kota Batam, Rabu (20/1/2021). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Perwakilan warga Batam yang menduduki sejumlah kursi di ruang rapat Komisi III DPRD Kota Batam, mengeluhkan persoalan tagihan air yang melonjak serta menuntut solusinya, Rabu (20/1/2021).

Aspirasi dan keluhan warga tersebut disampaikan dalam kesempatan rapat dengar pendapat (RDP) Komisi III DPRD Kota Batam.

Agenda rapat turut mengundang Direktur PT Moya SPAM Batam, Sutedi Raharjo dan Direktur Fasling BP Batam, Binsar Tambunan.

Salah seorang warga, Juanda mengeluhkan tagihan pembayaran air di kediamannya mencapai hampir tujuh kali lipat di bulan Desember 2020.

Ia menjelaskan, biasanya, tagihan air yang diperolehnya selalu berada di angka Rp 100 ribuan.

Baca juga: PT Moya dan DPRD Batam Duduk Bersama Bahas Kasus Lonjakan Tagihan Air Pelanggan

"Kemarin, untuk yang pemakaian bulan Desember saya harus membayar Rp 788 ribu," ujar Juanda.

Persoalan yang sama juga dihadapi oleh warga lainnya, Azhar.

Ia mengaku memiliki sebuah kantor di kawasan KBC, Batam Kota, Batam, namun selama dua minggu lamanya, fasilitas kantor tidak digunakan karena work from home (WFH).

Azhar menjelaskan, tagihan air yang diterimanya mengalami kenaikan mencapai dua kali lipat lebih.

Biasanya, ia membayar tagihan air untuk kantornya per bulan hanya berkisar Rp 170 ribu, namun pada bulan Januari 2021, ia ditagih Rp 480 ribu untuk pemakaian bulan Desember 2020.

"Bagaimana naik dua kali lipat, padahal kantor saya dua minggu WFH di bulan Desember 2020", ujar Azhar.

Sementara itu, warga Pancur Baru, Sei Beduk, Batam, Asian Sinaga, menyatakan dirinya tidak akan membayar tagihan air yang dibebankan kepadanya di bulan Januari 2021.

Pasalnya, Asian menemui kenaikan tagihan tidak masuk akal dan belum memperoleh kejelasan.

Dirinya meminta pihak PT Moya SPAM Batam beserta BP Batam melakukan sinkronisasi data dengan pengelola air sebelumnya, yakni PT ATB.

Ia menyayangkan, apabila PT Moya SPAM Batam justru bergantung pada estimasi dalam menetapkan tagihan air tanpa data yang jelas.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved