Rabu, 22 April 2026

Usai Diusir Suami, Kini Ibunya Dipenjarakan Oleh Mertuanya, Wanita Ini Minta Keadilan Polisi

Natalia menuturkan saat rumah tangganya di ujung tanduk, sang suami mengusirnya bersama kedua anaknya yang masih berusia 2 tahun dan 8 bulan dari ruma

Editor: Eko Setiawan
Tribun Jateng/ Rahdyan Trijoko Pamungkas
Natalia Suhendrik (kiri) bersama penasehat hukumnya paparkan perkara yang menimpa ibunya Sie Swie Nio di Polsek Semarang Utara. 

TRIBUNBATAM.id | Semarang -  Usai diusir oleh suaminya, Natalia kembali mendapatkan perlakuan jahat dari keluarga suaminya.

Sebab Mertuanya kini memenjarakan ibu kandungnya atas tuduhan pencurian perabotan rumah tangga.

Padahal, saat diusir dari rumah oleh suaminya, barang-barang tersebut disuruh bawa oleh suaminya karena sang suami tidak mau mengingat kenangan mereka.

Kasus perceraian berujung tindak pidana.

Inilah yang dialami Natalia Suhendrik warga Tanah Mas Semarang. 

Baca juga: Pencarian Korban Sriwijaya Air SJ 182 Telah Dihentikan, Jenazah Captain Afwan Masih Misteri

Baca juga: Sepak Terjang AKBP Ahrie Sonta Akpol 2002, Dampingi Komjen Listyo Sigit di Uji Kelayakan

Ibu kandungnya yang bernama Sie Swie Nio dilaporkan oleh mertuanya ke Polsek Semarang Utara.

Ibunya dituding mencuri perabot rumah tangga di rumah tinggalnya yang berada di perumahan Tanah Mas.

Natalia menuturkan saat rumah tangganya di ujung tanduk, sang suami mengusirnya bersama kedua anaknya yang masih berusia 2 tahun dan 8 bulan dari rumah pada bulan Juni 2020 lalu.

Suaminya juga menyuruh agar perabot rumah tangganya dibawa keluar.

"Intinya tidak mau melihat saya di rumahnya,"ujarnya saat meminta bantuan hukum di kantor Law And Justice, Kamis (21/1/2021).

Tidak hanya diusir, dia juga digugat cerai oleh suaminya.

Baca juga: Dari Kalangan Artis, Syekh Ali Jaber Hanya Follow Instagram Raffi Ahmad, Ini Alasannya

Sampai pada akhirnya dirinya meninggalkan rumah karena mendapatkan perlakuan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) oleh suaminya.

"Saya meninggalkan rumah pada (22/9/2020). Saya hanya membawa pakaian dan anak-anak. Saya tidak tahu mau pergi kemana,"tuturnya.

Setelah beberapa bulan, dia mendapat rumah kontrakan.

Kemudian saat berada rumah kontrakan tersebut dirinya mendapat panggilan dari Polsek Semarang Utara karena dituding mencuri perabot rumah tangga di rumahnya lama.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved