HUMAN INTEREST
KISAH Perantau di Batam, Sebatang Kara Ditinggal Anak Istri Hingga Tidur di Masjid
Kisah Perantau di Batam bernama Husin ini berjuang keras untuk bertahan hidup sebatang kara. Bagaimana ceritanya?
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Batam Magnet Bagi Perantau. Kota berjuluk kota industri menjadi salah satu incaran bagi para perantau beramai-ramai datang ke Batam.
Ada yang sukses, tapi banyak pula yang susah payah hanya untuk bertahan hidup.
Kisah Perantau di Batam bernama Husin ini salah satunya.
Pria 59 tahun ini hanya tinggal sebatang kara di Kota Batam.
Ia kini berjualan masker di kawasan Sei Panas, Kota Batam, Provinsi Kepri.
Jangan bayangkan rumah layak untuk tempatnya melepas lelah.

Beruntung ada Warga Batam yang berbaik hati mempersilahkan emperan kedai kopi di Perumahan Pondok Asri Indah, Sei Panas, Kota Batam untuk tempatnya beristirahat.
Kepada TribunBatam.id, Husin pertama kali menginjakan kaki ke Kota Batam pada 2014.
Kondisinya ketika itu sudah seorang diri. Anak dan istrinya berpisah dengannya sejak 2005.
Dari pernikahannya dulu, Husin dikaruniai seorang anak.
Kini, buah hatinya itu ikut bersama mantan istrinya.
Berjulan masker rupanya baru ia lakoni. Tepatnya sebelum bulan puasa tahun lalu.
Sebelumnya, ia pernah bekerja sebagai pemulung.
Baca juga: Kerasnya Hidup di Batam, Perantau Tinggal di Tepi Kali Pusat Kota Demi Bertahan Hidup
Baca juga: Kisah Sukses Perantau di Batam Aismansyah, Kuliahkan Dua Anak dari Usaha Warung Makan

Untuk tempat berteduh, ada saudaranya yang berbaik hati mempersilakan ia tinggal di sana.
Rumahnya pun sewa, masih di kawasan Sei Panas.