Taiwan Tuduh China Sengaja Soal Corona! Covid-19 Tak Separah Sekarang jika Xi Jinping Lakukan Ini

Mata dunia tertuju ke China sbagai biang kerok yang sejak awal kemunculan virus corona dan melumpuhkan kehidupan umat manusia di bumi harusnya terbuka

Kolase tangkapan layar YouTube The Global dan Ancilla Delai via Tribunnews
Taiwan Tuduh China Sengaja Soal Corona! Covid-19 Tak Separah Sekarang jika Xi Jinping Lakukan Ini. Foto suasana Kota Wuhan, China di masa-masa awal pandemi corona 

Sampai saat ini pun masih belum ada solusi jitu untuk menangani virus yang menghentikan banyak kegiatan manusia ini.

Dr Li Meng Yan dalam suatu acara mengatakan bahwa virus corona berasal dari sebuah laboratorium yang ada di Wuhan, China.
Dr Li Meng Yan dalam suatu acara mengatakan bahwa virus corona berasal dari sebuah laboratorium yang ada di Wuhan, China. (Twitter @aminaibr_lon)

Kini terhitung telah setahun berlalu setelah pertama kali virus yang memiliki nama lain covid-19 itu muncul di wilayah Wuhan, China.

Menurut Daily Star pada Rabu (20/1/21), para ahli menuduh pihak berwenang China menyembunyikan fakta tentang wabah ini.

Dalam film dokumenter ITV, dikatakan jumlah kematian pandemi mencapai dua juta di seluruh dunia.

Baca juga: Ilmuwan China Lari ke AS, Sebut Laboratorium Wuhan Ciptakan Corona Dikendalikan Pemerintah

Baca juga: Surabaya Disebut Jadi Wuhan Kedua, Kasus Penularan Covid-19 Tinggi, Kini Fakta Baru Terungkap

Baca juga: Sempat Nyatakan Punya Bukti Kuat, Menlu AS Sebut Virus Corona Tidak Pasti dari Lab Wuhan

Namun, sebenarnya wabah ini bisa saja tidak pernah terjadi jika China melakukan hal ini.

Menurut Dr Yi-Chun Lo, dari Pusat Pengendalian Penyakit Taiwan, mengatakan wabah ini bisa saja dihindari dan tidak menyebar ke seluruh dunia.

Dokter Ai Fen, direktur departemen darurat Rumah Sakit Wuhan yang buka suara bagaimana dia dibungkam karena menyebarkan informasi mengenai virus corona
Dokter Ai Fen, direktur departemen darurat Rumah Sakit Wuhan yang buka suara bagaimana dia dibungkam karena menyebarkan informasi mengenai virus corona (People/Handout via SCMP)

Dia mengatakan kepada dokumenter ITV, "Saya pikir pandemi dapat dihindari sejak awal jika China transparan tentang wabah tersebut dan dengan cepat memberikan informasi yang diperlukan kepada dunia."

Film yang akan datang mengklaim virus itu sudah merajalela dalam 12 hari sejak 5 Januari, ketika pemerintah China melaporkan tidak ada kasus baru.

Petugas medis dari kota pusat wabah Wuhan mengatakan, bahwa mereka dibungkam pada Desember 2019 sebelum perayaan Tahun Baru Imlek diizinkan, lapor The Sun.

Baca juga: Pasca jadi Kota Mati, Anak-anak Sekolah di Kota Wuhan, China Dikabarkan Mulai Bersekolah Kembali

Baca juga: Menteri Luar Negeri AS Sebut Punya Bukti Besar Covid-19 Berasal dari Lab di Wuhan China

Baca juga: Wuhan bakal Gelar Tes Massal Covid-19, Warga Khawatir Timbul Gelombang Kedua Wabah Corona

Seorang mengatakan dia khawatir perayaan Imlek akan menjadi acara penyebaran super massal.

Pelapor sudah memperingatkan bahwa mereka seharusnya tidak mengizinkan pertemuan apa pun, tetapi "kami diberitahu untuk tidak berbicara".

"Pemerintah provinsi dan lokal tahu ancaman itu, tetapi mereka tetap mengizinkan orang berkerumun," katanya.

Chen Qiushi saat melaporkan apa yang ia lihat di rumah sakit di Wuhan China
Chen Qiushi saat melaporkan apa yang ia lihat di rumah sakit di Wuhan China (Youtube Coronavirus Live Archive)

"Orang-orang menyarankan di tingkat kota agar tidak dilanjutkan, tetapi tetap dilakukan karena acara seperti itu akan menghadirkan masyarakat yang harmonis dan sejahtera," katanya.

Sementara itu, kebocoran data resmi China menunjukkan kasus pertama Covid-19 yang dikonfirmasi di Wuhan dapat ditelusuri kembali ke 17 November 2019, kata laporan.

Pemerintah China mengatakan tidak ada kematian hingga 9 Januari 2020.

Baca juga: China Hentikan Perang Terhadap Corona RS Darurat Covid-19 di Wuhan Tutup karena Tak Ada Pasien

Baca juga: Misteri Asal Muasal Virus Corona Kembali Diungkap Peneliti, Benarkah Bukan dari Wuhan China?

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved