Bertahan Hidup di Batam, Nurhayati Andalkan Jualan Koran, Seorang Diri Tanpa Keluarga
Bertahan Hidup di Batam sudah dilakukan Nurhayati sejak tahun 1998. Perantau di Batam ini mengandalkan hasil jualan koran. Bagaimana kisahnya?
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Banyak cara dilakukan Perantau di Batam untuk bertahan hidup di Batam.
Pekerjaan apa pun mereka lakukan selagi itu halal.
Apa yang dilakukan Nurhayati ini salah satunya.
Perantau di Batam asal Pacitan, Jawa Timur ini bertahan hidup dengan berjualan koran.
Profesi ini sudah ia tekuni sejak 2012 lalu.
Hasil kerja seharian wanita 50 tahun ini, ia cukupkan untuk biaya hidupnya sehari-hari.
Nurhayati merantau ke Batam sejak 1998.
Sebelum jualan koran di kawasan Mall Botania 2 hingga Pasar Botania, ia sempat bekerja di sebuah warung makan.
Faktor umur yang sudah tak muda lagi, jadi pertimbangannya untuk bisa bekerja di sana.
Nurhayati kini tinggal seorang diri di sebuah indekos dekat kawasan Botania 1, Batam Center, Kota Batam, Provinsi Kepri.
Seorang diri? Ya, tak hanya di Batam, Nurhayati mengaku tak puna keluarga lagi di Pacitan.
Ayah Nurhayati meninggal dunia sejak ia masih dalam kandungan.
Selang dua bulan, ibunya meninggal setelah melahirkannya ke dunia.
Semasa kecil hingga dewasa, ia diasuh tetangganya yang kini sudah meninggal dunia.
Baca juga: KISAH Perantau di Batam, Sebatang Kara Ditinggal Anak Istri Hingga Tidur di Masjid
Baca juga: Kerasnya Hidup di Batam, Perantau Tinggal di Tepi Kali Pusat Kota Demi Bertahan Hidup
Sebenarnya Nurhayati pernah menikah dan dikaruniai seorang anak laki-laki.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kisah-nurhayati-bertahan-hidup-di-batam.jpg)