Rabu, 15 April 2026

BATAM TERKINI

Warga di Tanjung Riau Gelisah, Rumah Dikelilingi Proyek Galian & Pemotongan Bukit

Warga di Tanjung Riau gelisah. Itu setelah ada proyek galian & pemotongan bukit yang mengancam rumah mereka.

TribunBatam.id/Bereslumbantobing
Warga di Tanjung Riau Tak Tenang, Rumah Dikelilingi Proyek Galian & Pemotongan Bukit. Foto Sutap, warga RT 03 RW 10 Kelurahan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Batam, Provinsi Kepri. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Aktivitas galian dan pemotongan bukit di permukiman penduduk RT 03 RW 10 Kelurahan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Provinsi Kepri membuat sejumlah warga merasa terancam.

Kondisi ini tak hanya dikeluhkan pengendara bermotor yang melintas karena debu dan tanag yang bertebaran di jalan.

Namun juga sejumlah warga yang bermukim di kaveling di lokasi itu.

Sutap salah satunya. Pria ini telah menetap lama hingga membesarkan anak anaknya.

Tinggal di permukiman itu, Sutap mengaku tak pernah ada masalah. Hidupnya tenang dan damai-damai saja.

Namun ia bersama puluhan warga lainnya kini merasa terancam.

Aktivitas pengembang mulai mengeruk dan memotong lahan bukit ditempat yang mereka tinggali menurutnya menjadi sebabnya.

Sutap mengaku tak menolak untuk meninggalkan rumah yang ia andalkan untuk berteduh dari panas dan hujan.

Foto Sutap, warga RT 03 RW 10 Kelurahan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Batam, Provinsi Kepri, Minggu (24/1/2021).
Foto Sutap, warga RT 03 RW 10 Kelurahan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Batam, Provinsi Kepri, Minggu (24/1/2021). (TribunBatam.id/Bereslumbantobing)

Sutap juga tidak mengelak, jika ada niat baik dengan memberi uang ganti rugi kepada warga.

"Kami bukan menolak untuk digusur, namun tolonglah dipertimbangkan sewajarnya.

Masa ganti rugi kami hanya dibayar 10 juta," ujar Sutap saat ditemui di rumahnya di atas bukit tidak jauh dari lokasi galian alat berat, Minggu (24/1/2021) pagi.

Ia bersama beberapa warga lainnya menolak digusur lantaran pihak penggusur tidak menyanggupi permohonan mereka.

Yakni memberikan ganti rugi sebanyak 20 juta Rupiah atas rumah serta perabotan yang mereka miliki.

"Masih banyak tanggung jawab kami. Menghidupi keluarga anak dan istri. Dua anak saya masih kecil, masih sekolah.

Nanti kalau rumah kami digusur dan diratakan kemana kami akan tinggal melanjutkan sisa hidup," ucap dia.

Sutap telah tinggal dan menetap di kawasan itu sejak 2004 silam.

Baca juga: Musibah di Batam Belum Berakhir, 3 Rumah di Tanjung Riau Rusak Diterjang Angin Kencang

Baca juga: Cuaca Ekstrem, Jalan di Marina Batam Tergenang Air, Lurah Tanjung Riau: Waspada Air Laut Pasang

PETAHANA PILKADA BATAM - Petahana Pilkada Batam Muhammad Rudi meninjau pembangunan jalan lingkar di kawasan Kampung Tua Tanjung Riau, Minggu (6/12/2020). Wali Kota Batam ini memilih akhir pekannya mengunjungi titik kampung tua setelah selesi cuti Pilwako Batam.
PETAHANA PILKADA BATAM - Petahana Pilkada Batam Muhammad Rudi meninjau pembangunan jalan lingkar di kawasan Kampung Tua Tanjung Riau, Minggu (6/12/2020). Wali Kota Batam ini memilih akhir pekannya mengunjungi titik kampung tua setelah selesi cuti Pilwako Batam. (TribunBatam.id/Hening Sekar Utami)
Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved