PENANGANAN COVID

PERJUANGAN PMI Batam Cari Pendonor Plasma Konvalesen, Perlu Penyintas Corona Gejala Berat

Perjuangan PMI Batam cari pendonor plasma konvalesen tidak mudah. DAri 45 calon pendonor, hanya 3 orang yang lolos. Apa saja sebenarnya syaratnya?

|
TribunBatam.id/Roma Uly Sianturi
Perjuangan PMI Batam cari Pendonor Plasma Konvalesen. Foto Salah seorang pendonor plasma konvalesen di Batam, Agus Turbarianto, menjalani kegiatan donor di Gedung PMI Batam, Senin (25/1/2021). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Berbagai cara dilakukan untuk Penanganan Covid.

Mulai dari vaksinasi corona, sampai yang terbaru donor plasma konvalesen.

Pelaksanaan domor plasma konvalesen ini mulai diterapkan di Kota Batam.

Kota Batam memang menjadi satu-satunya daerah di Provinsi Kepri yang menjadi cabang donor plasma konvalesen.

Pendonor pun tak bisa sembarang orang. Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Batam, dr Novi mengungkap, mereka yang mendonor merupakan orang yang sebelumnya terpapar covid-19 dan berhasil sembuh.

Sebelumnya, sudah ada 45 peserta donor yang direkrut.

Puluhan peserta telah melalui serangkaian proses screening yang panjang.

Pasien sembuh corona yang dapat menjadi pendonor pun tak bisa sembarangan.

Beberapa klriteria di antaranya pasien sembuh corona serta telah menjalani karantina pasca sembuh selama 28 hari boleh mendonorkan plasma konvalesen.

Selain itu, donor plasma juga baru dibuka untuk penyintas berjenis kelamin laki-laki minimal berbobot tubuh 55 kg.

Pendonor juga disarankan belum pernah melakukan transfusi darah sebelumnya, karena proses transfusi akan mengakibatkan munculnya antibodi lain yang akan mengganggu bagi tubuh penerima donor.

Pada saat screening, pendonor juga akan dicek ukuran pembuluh darahnya.

Pasalnya, dr. Novi menjelaskan, donor aferesis membutuhkan ukuran pembuluh darah yang besar, sebab apabila terlalu kecil, maka prosesnya justru akan merusak pembuluh darah.

Baca juga: MANTAN Kadisdik Tanjungpinang Positif Corona, Selain Dadang, Istri dan Anak juga Terpapar

Baca juga: Corona di Batam Tembus 5.509 Kasus, Kadinkes Jamin Kapasitas Rumah Sakit Masih Cuku

"Lebih baik lagi apabila pendonor sudah menjalani enam minggu setelah dinyatakan sembuh.

Sama seperti screening kesehatan saat donor darah biasa, kami juga memperhatikan apabila pendonor memiliki gejala demam atau batuk. Syaratnya tentu harus sehat," ungkap dr Novi kepada TribunBatam.id, Senin (25/1/2021).

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved