HUMAN INTEREST

Kisah Nasrul, 35 Tahun Jadi Sopir Angkot Bertahan saat Pandemi, 'Dulu Ada Langganan'

Nasrul, sopir angkot di Tanjungpinang bercerita, sebelum pandemi Covid-19, ia sempat punya langganan tetap dari anak-anak sekolah.Kini tidak

Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Dewi Haryati
Tribunbatam.id/Noven Simanjuntak
Nasrul, sopir angkot yang setiap harinya mangkal di Jalan Merdeka, Tanjungpinang. Foto diambil Selasa (26/1/2021) 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Inilah kisah Nasrul (61), seorang perantau yang kini jadi warga Tanjungpinang.

Di usianya yang sudah tak muda lagi, ia masih bekerja menjadi sopir angkot (angkutan kota).

Ya, aktivitas menunggu dan berharap adanya penumpang mengisi angkot miliknya, menjadi rutinitas yang dilakoni Nasrul setiap hari. Mulai pagi hingga sore.

Setiap harinya mulai pukul 07.00 Wib, Nasrul sudah ikut antrean para sopir angkot yang dikelola Dinas Perhubungan (Dishub) Tanjungpinang, di sepanjang Jalan Merdeka, Pasar Tanjungpinang.

"Sasaran kita para pengunjung dan pembeli di pasar ini," kata Nasrul kepada Tribunbatam.id, Selasa (26/1/2021).

Baca juga: Kisah Nurhayati Bertahan Hidup Seorang Diri di Batam, Tanpa Suami, Anak dan Keluarga

Baca juga: Wanita Ini Nabung Koin Bertahun-tahun demi Bisa Liburan ke Malang, Kisahnya Viral

Lelaki paruh baya ini bilang, di tengah pandemi Covid-19 saat ini, ikut antrean sopir angkot di pasar menjadi alternatif penambah penghasilan.

"Dibanding kita keliling, minyak mobil habis dan tidak ada hasil, lebih baik kita di sini. Walaupun pemasukannya juga tidak seberapa," ucap Nasrul.

Seperti kemarin, ia hanya membawa pulang penghasilan bersih sebanyak Rp 15 ribu untuk diserahkan kepada istrinya.

"Tentu kalau dipikir dengan segitu tidak cukup. Tapi baiknya istri juga tidak berdiam diri. Dia juga bekerja jadi kurir pengantar kue-kue. Sehingga ada tambahan buat ke rumah," ujarnya.

Pantauan Tribunbatam.id, dengan sabar Nasrul berdiri tegak di pintu angkotnya sembari menawarkan jasa angkutan kepada pembeli dan pengunjung yang berlalu lalang.

Nasrul bercerita, sebelum pandemi ia sempat punya langganan tetap dari anak-anak sekolah. Setiap hari, anak-anak itu diantar pulang dan pergi olehnya.

Namun karena kini anak-anak sekolah belajar secara daring, tambahan penghasilannya terhenti.

"Hancur sudah dibuat Covid ini. Biasa tiap bulan pemasukan lebih kurang Rp 2 juta sudah pasti ada, tapi sekarang untuk bensin angkot saja sudah senang," ucap lelaki asal Sumatera Barat ini.

Nasrul sudah menjadi sopir angkot sejak 1985 lalu. Buah dari usahanya itu, bapak dua anak ini kini telah memiliki angkot secara pribadi, meski tidak baru dan dengan kondisi mobil seadanya.

"Dengan modal nekat, saya kredit mobil ini selama 5 tahun dan ini baru berjalan setengahnya. Kondisinya beginilah seken, yang penting masih layak jalan," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved