CATAT! Hanya Mobil Tipe Ini yang Boleh Beli Premium Per Maret 2021, Aturan Baru Disperindag Batam
Saat ini, Disperindag Kota Batam pun tengah merancang dan mendata mekanisme pendaftaran pengguna premium.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mengeluarkan aturan baru terkait penggunaan premium.
Bahan bakar minyak jenis Premium akan dibatasi penggunaannya per Maret 2021 mendatang.
Pembatasan pembelian premium dilakukan dengan cara menerbitkan kartu kendali BBM Premium.
Kartu tersebut sama seperti kartu pengendali BBM jenis Solar yang sebelumnya sudah diterapkan sejak 2019 lalu.
Dalam aturan baru nanti, akan diatur kendaraan-kendaraan apa saja yang boleh mengonsumsi BBM premium.
Termasuk pada kendaraan roda empat atau mobil.
Saat ini, Disperindag Kota Batam pun tengah merancang dan mendata mekanisme pendaftaran pengguna kartu kendali.
Baca juga: ATURAN BARU! Mulai Maret, Hanya Mobil di Bawah 2000 CC yang Boleh Beli Premium
Baca juga: BEGINI Cara Daftar Kartu Kendali, Syarat Beli Premium Mobil di Batam, Hanya Tersedia 123.153 Kartu
Sebelumnya, Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau telah menggelar rapat koordinasi dengan Pertamina, Hiswana Migas, BRI, dan pihak terkait lainnya.
Hasilnya telah disepakati, kuota kartu yang akan diberikan kepada kendaraan roda empat sebanyak 123.153.
Kuota itu hanya berlaku bagi kendaraan mobil dengan kapasitas mesin di bawah 2000 cc.
Sementara itu, mobil dengan kapasitas di atas 2000 cc disarankan menggunakan Pertalite atau Pertamax.
"Untuk persyaratan kendaraan roda empat pajak, KIR, dan STNK berlaku. Kemudian, tangki kendaraan tidak dimodifikasi," ujar Gustian.
Rencana kuota Premium per hari khusus untuk kendaraan mobil masih dalam tahap pengkajian lebih lanjut, sama halnya dengan kuota bagi kendaraan roda dua.
Persyaratannya, kuota akan diberikan bagi kendaraan roda dua yang berkapasitas mesin di bawah 1600cc, serta pajak, STNK masih berlaku dan tangki tidak boleh dimodifikasi.
Rencana ini adalah langkah pemerintah dalam mengendalikan BBM di Batam. Ia mengaku selama ini penjualan BBM belum terarah sehingga masih ditemukan kelangkaan BBM hingga antre di SPBU mengular.