Karimun Butuh 400 Ribu Vial Vaksin Corona
Karimun masih memerlukan 400 ribu vial vaksin corona. Untuk seluruh masyarakat bisa jadi bulan Februari atau bulan Maret, kita lalukan secara berkala
Penulis: Yeni Hartati | Editor: Agus Tri Harsanto
KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Karimun masih memerlukan 400 ribu vial vaksin corona.
Sebab dari 3.480 vial vaksin corona yang diserahkan ke Karimun hanya diperuntukan untuk 50 persen untuk tenaga kesehatan, penjabat publik, forkompinda, perwakilan tokoh agama dan perwakilan tokoh masyarakat.
Kebutuhan 400 ribu vial vaksin corona diperlukan untuk dua kali penyuntikan.
"Untuk Karimun, sekitar 200 ribuan, dikalikan dua jadi sekitar 400 ribuan vial vaksin yang kita butuhkan," ucap Kepala Dinas Kesehatan Rachmadi.
Plt Dirut RSUD Muhammad Sani itu juga mengatakan kalau untuk saat ini, vaksinasi baru diperuntukkan bagi pejabat publik, tokoh masyarakat dan tenaga medis.
Sementara itu, vaksinasi bagi masyarakat akan dilakukan secara bertahap, setelah tahap awal selesai.
"Untuk seluruh masyarakat bisa jadi bulan Februari atau bulan Maret, kita lalukan secara berkala," ucapnya.
Baca juga: Kapan Vaksinasi Corona di Tanjungpinang untuk Lansia? Ini Penjelasan Dinkes
Namun demikian Rachmadi juga menjelaskan tidak semua seluruh masyarakat dapat melakukan penyuntikan vaksin produk sinovac tersebut.
"Diantaranya faktor usia, ibu hamil, kemudian bagi yang sedang melakukan trapi, serta bagi mereka yang memiliki riwayat komorbid atau penyakit baawan seperti jantung, diabetes, ginjal, ramatik, serta kanker," tambahnya.
Bupati Belum Divaksin
Bupati Karimun Aunur Rafiq dan Anwar Hasyim belum diberi vaksin corona.
Dua kepala daerah di Karimun ini bukan tanpa sebab belum diberi vaksin corona program Pemerintah Pusat itu.
Selain mereka, terdapat Kajari Karimun yang belum mendapat vaksin.
Tahap pertama vaksinasi corona di Karimun sebelumnya dilakukan selama dua hari sejak Jumat (29/1).
Hari pertama vaksinasi corona di Karimun difokuskan untuk Forum Komunikasi Pimpinan Daerah atau Forkopimda Karimun.
Sementara untuk hari kedua atau Sabtu (30/1), dikhususnya untuk instandi daerah beserta perwakilan tokoh masyarakat, tokoh agama, pejabat publik hingga tenaga kesehatan.
Proses penyuntikan vaksin tersebut dilaksanakan di Aula RSUD Muhammad Sani.
Bupati Karimun Aunur Rafiq pun tak mengelak jika dirinya belum mendapat vaksin corona.
Ia membantah jika dirinya tak bersedia diberi vaksin corona.
Hanya saja, kondisinya tak memungkinkan untuk divaksin.
"Saat pemeriksaan kesehatan, tekanan darah saya tinggi. Sehingga belum bisa memenuhi syarat untuk mendapat vaksin corona," ungkapnya, Minggu (31/1/2021).
Sementara Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim mengaku tidak dapat disuntik dikarenakan batas usia maksimal yang divaksin 59 tahun.
Anwar pun sudah berkonsultasi mengenai hal ini.
Namun dengan pertimbangan dari tim Covid-19, ia terpaksa tidak mendapat vaksin corona merek Sinovac itu.
Anwar Hasyim mengaku sebenarnya lebih memilih menggunakan vaksin Sinovac.
Ia yakin jika vaksin Sinovac ini aman, bahan dari virus yang dimatikan, jauh lebih aman dibanding yang lain.
"Kalau boleh memilih saya pakai Sinovac. tapi karena aturan saya harus patuh. Saya tidak divaksin. Sebelumnya saya sudah bicara ingin memberi contoh ke masyarakat dan mengambil risiko yang pertama, akan tetapi karena umur. Dimana syarat vaksin Sinovac umurnya tidak lebih dari 59 tahun, sehingga akhirnya enggak boleh," ucapnya.
Kadinkes Karimun Rachmadi mengungkap jika vaksinasi corona di Karimun tahap pertama diprioritskan untuk Forkompinda mengingat kesibukan sejumlah pejabat tersebut.
Sebanyak 3.480 vial vaksin corona diterima Pemkab Karimun yang diserahkan secara simbolis oleh Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah, Selasa (26/1) di Gedung Nasional.
Sedangkan penerima vaksin pada Forkompinda Kabupaten Karimun tersebut yaitu Kapolres Karimun Muhammad Adenan berserta Istri Mona Adenan, Danlanal Karimun Letkol Laut (P) Maswedi, Dandim 0317/Tbk Inf Denny.
"Vaksinasi tahap pertama dilakukan oleh Forkompinda terlebih dahulu karena Forkompinda Kabupaten Karimun besok berhalangan hadir, oleh karena itu didahulukan hari Jumat kemarin.
Kajari Karimun juga dijadwalkan menerima vaksin corona ini.
Namun saat yang bersamaan tidak dapat melakukan penyuntikan karena tekanan darahnya tinggi," ujarnya.
Rachmadi mencatat, setidaknya ada 2.039 penerima vaksinasi corona di Karimun yang terdiri dari pejabat publik, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat serta tokoh agama.(TribunBatam.id/YeniHartati)
baca berita terbaru di goole news