Breaking News:

BATAM TERKINI

Atasi Illegal Fishing, PSDKP Batam Minta Kapal Pengawas Ditambah, Lebih Besar dan Canggih

Kasi Penindakan PSDKP Batam, Syamsu mengatakan, saat ini PSDKP Batam, baru memiliki delapan unit kapal. Tiga di antaranya kapal pengawas.

Penulis: Pertanian Sitanggang | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/ian sitanggang
Atasi Illegal Fishing, PSDKP Batam Minta Kapal Pengawas Ditambah, Lebih Besar dan Canggih. Foto Plt. Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Antam Novambar saat berada di Batam 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI berencana menambah armada kapal milik Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP).

Latar belakangnya karena pelaku illegal fishing di laut Indonesia, khususnya Kepri semakin beringas, dan kapal yang digunakan pun semakin canggih.

Sementara kapal yang dimiliki Pangkalan PSDKP di seluruh Indonesia dibanding luas lautan, perbandingannya sangat jauh.

Hal ini disampaikan Plt. Sekretaris Jenderal KKP RRI, Antam Novambar saat datang ke Batam.

"Saat ini kapal milik PSDKP yang ada di Indonesia hanya 30 unit. Jadi ke depan kita akan pikirkan untuk penambahan kapal, mungkin yang lebih besar lagi," kata Antam, baru-baru ini.

Baca juga: Lakukan Illegal Fishing, Satgas 115 Tangkap Kapal Berbendera Malaysia di Perairan Pulau Berhala

Baca juga: Berhasil Ungkap Kasus Illegal Fishing, Kapolsek Tambelan Dapat Penghargaan dari Kapolres Bintan

Ia menjelaskan, setiap tahunnya laporan kerugian negara akibat ilegal fishing mencapai triliunan rupiah.

"Jadi kalau kita bandingkan dengan pembelian kapal dengan nilai Rp 300 miliar, belum seberapa dibandingkan dengan kerugian negara," kata Antam.

Di tempat terpisah Kepala Seksi Penindakan pada PSDKP Jembatan II Barelang Batam, Syamsu mengatakan, saat ini PSDKP Barelang Batam, baru memiliki delapan unit kapal. Tiga kapal pengawas dan lima kapal Macan.

"Kalau dilihat dari jumlah kapal, dibandingkan dengan luas laut, sangat tidak sebanding. Namun kita selalu koordinasi dengan instansi lain," kata Syamsu.

Ia melanjutkan, pada awal tahun 2021, satu unit kapal asing diamankan di laut Kepri.

"Namun yang mengamankan saat itu kapal pengawas dari Aceh, dan kapalnya diamankan di PSDKP Belawan," kata Syamsu.

Ia berharap adanya penambahan kapal pengawas dengan ukuran yang lebih besar dan memiliki peralatan canggih. Mengingat laut Kepri cukup luas.

(Tribunbatam.id/Ian Sitanggang)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved