Sabtu, 11 April 2026

Belajar Tatap Muka Dimulai, MAN IC Batam Perketat Protokol Kesehatan, Satu Kelas 15 Siswa

Wakil Kepala Bidang Akademik MAN IC Batam, Aliyah menyebut, keputusan belajar tatap muka itu setelah mendapat izin dari berbagai pihak.

Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id
Belajar Tatap Muka Dimulai, MAN IC Batam Perketat Protokol Kesehatan, Satu Kelas 15 Siswa. Foto suasana belajar tatap muka di MAN IC Batam. Sekolah ini mulai melaksanakan belajar tatap muka sejak Senin (1/2/2021). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id – Hampir setahun vakum, aktivitas belajar di Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Batam kembali diramaikan oleh para siswa.

Terletak di Kecamatan Nongsa, sekolah berbasis agama ini mulai menggelar belajar tatap muka sejak Senin (1/2/2021) lalu.

Keputusan tersebut diambil setelah tercapainya kesepakatan antara pihak sekolah, orang tua siswa, Tim Satuan Gugus (Satgas) Covid-19 Batam, serta Kementerian Agama (Kemenag) Batam beberapa waktu lalu.

“Keputusan belajar tatap muka ini setelah mendapat izin dari berbagai pihak. Termasuk izin dari kecamatan serta kelurahan,” ujar Wakil Kepala Bidang Akademik MAN IC Batam, Aliyah, Selasa (2/2/2021).

Untuk belajar tatap muka ini, lanjutnya, baru diperuntukkan bagi siswa kelas 12 saja. Mengingat, pada Maret 2021 mendatang, siswa kelas 12 akan menjalani ujian Madrasah.

Baca juga: Kasus Corona di Lingga Makin Menjadi, Belajar Tatap Muka di Daik dan Nerekeh Dihentikan

Baca juga: Gubernur Kepri Setuju Sekolah Tatap Muka Tingkat SMA/SMK Dibuka, Ini Kata Kadisdik Kepri

Di sini, pihak sekolah juga membatasi jumlah siswa selama berada di dalam kelas. Dengan rincian, satu kelas ditempati untuk 15 siswa dan jam belajar terbatas hingga pukul 12 siang.

"Untuk kelas 12 itu jumlahnya hanya 93 siswa. Sebanyak tiga siswa sedang berada di Jepang dalam rangka pertukaran pelajar, jadi tinggal 90 siswa saja.

Oleh sebab itu, kami bisa membatasi agar tak ada kerumunan. Biasanya satu kelas 24 orang, kini kami kurangi jadi 15," ungkapnya lagi.

Selain itu, pihak sekolah juga telah membentuk tim gugus Covid-19. Tim ini bertugas untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan.

Tim juga bertugas untuk mengawasi asrama siswa. Jika dalam keadaan normal dapat ditempati oleh enam siswa, kini asrama hanya diperbolehkan untuk empat siswa saja.

"Selain mengurangi jumlah penghuni asrama, kami juga membentuk tim pengawas yang terdiri dari siswa. Kami juga menyiapkan tempat cuci tangan di beberapa titik, seperti di kelas, ruang makan, dan masjid,” ujar Ketua Gugus Covid-19 MAN IC, Damanhuri.

Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, pihaknya juga telah menyiapkan ruang isolasi khusus untuk siswa. Di ruangan itu terdapat tiga tenaga kesehatan yangsiaga selama 24 jam.

“Kami memang sudah punya klinik sendiri dan telah bekerjasama dengan Puskesmas terdekat untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan terjadi,” tambah dia.

Damanhuri mengatakan, sebelum menggelar belajar tatap muka, seluruh guru, karyawan, hingga siswa juga wajib menjalani pemeriksaan swab antigen untuk memastikan kondisi tubuh tak terpapar virus corona.

“Sebelum masuk kelas, siswa wajib dicek suhu badan. Alatnya sudah kami sediakan di koridor. Kami juga berinovasi untuk memberikan waktu setengah jam istirahat sembari berjemur,” paparnya lagi.

Rencananya, belajar tatap muka juga akan digelar untuk siswa kelas 10 pada 15 Februari 2021 mendatang. Sedangkan untuk kelas 11, pihaknya mengaku masih menunggu keputusan lebih lanjut seusai ujian akhir siswa kelas 12 dilakukan.

“Seluruh MAN IC di Indonesia juga sudah mulai belajar tatap muka secara bertahap. Tergantung kesiapan dan kondisi daerahnya,” pungkasnya.

(tribunbatam.id/ichwannurfadillah)

Baca juga berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved