Breaking News:

BATAM TERKINI

Krisis Lahan Permakaman di Batam, Ruslan Ali Wasyim Tinjau Pengajuan Lahan Makam di Kabil

Wakil Ketua II DPRD Batam, Ruslan Ali Wasyim bilang, pengajuan lahan untuk makam di Kabil telah dibahas dalam RDP beberapa kali

Penulis: Ichwan Nur Fadillah | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Dipa Nusantara
Krisis Lahan Permakaman di Batam, Ruslan Ali Wasyim Tinjau Pengajuan Lahan Makam di Kabil. Foto Wakil Ketua II DPRD Batam Ruslan Ali Wasyim dan sejumlah pejabat terkait meninjau pengajuan alokasi lahan permakaman di Kabil Nongsa Batam, Rabu (3/2/2021). 

BATAM, TRIBUNBATAM.idBatam krisis lahan per makaman.

Pasalnya, beberapa kompleks per makaman di Batam nyaris terisi penuh. Seperti di Tempat Pe makaman Umum (TPU) Sei Temiang hingga TPU Sambau.

Karena itu, sebagian warga Batam mulai berinisiatif untuk mengajukan alokasi lahan per makaman kepada pemerintah.

Tak terkecuali warga Messhall PTK Kabil. Lahan seluas 15 hektare diajukan mereka untuk peruntukan sebagai kawasan per makaman di wilayah Kecamatan Nongsa.

“Sudah diajukan sejak 18 Februari 2020 lalu. Total pengajuannya 25 hektare, 15 hektare untuk makam dan 10 hektare untuk permukiman,” ujar Ketua Tim 10, Rupianto, Rabu (3/2/2021).

Alasan Pilot Sriwijaya Air Kapten Afwan Di makamkan di Taman Makam Pahlawan

JUMLAH Mayat Mr X di Batam Naik Sepanjang 2020, Dinsos Sampai Kehabisan Dana Bantuan Pe makaman 

Menyikapi hal ini, Wakil Ketua II DPRD Batam, Ruslan Ali Wasyim mengatakan, pengajuan sendiri telah dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) beberapa waktu lalu. RDP telah dilakukan sebanyak dua kali.

“Ini tindak lanjut dari RDP. Jadi, langsung ditinjau lokasi yang diajukan warga,” ujar Ruslan kepada Tribun Batam saat dimintai tanggapannya seusai peninjauan.

Bagi Ruslan, krisis lahan per makaman di Batam sendiri harus segera disikapi oleh pemerintah dengan mengambil langkah-langkah berani. Terlebih, jumlah penduduk di berbagai kecamatan terus bertambah dari waktu ke waktu.

“Ini persoalan kemasyarakatan. Jangan sampai tidak tuntas dan malah menimbulkan permasalahan baru,” katanya lagi.

Selain itu, lanjutnya, wilayah Messhall PTK Kabil sendiri jika dilihat secara fisik sangat memungkinkan dan memadai untuk dibangun kawasan per makaman.

Bahkan jika terealisasi, menurutnya, kawasan ini ikut membantu krisis lahan di TPU Sambau.

“Tempat ini mereka harapkan dapat diputihkan yang nantinya dapat digunakan untuk kepentingan bersama,” ujarnya.

Selain dihadiri Ruslan Ali Wasyim, pihak Badan Pengusahaan (BP) Batam, KPHL Batam, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Batam, serta instansi terkait lainnya ikut hadir saat itu.

“Sekitar 9 hektare telah diukur. Saat itu, peruntukan per makaman belum termasuk,” ujar perwakilan KPHL Batam, Indri sebelum turun meninjau lokasi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved