KISAH PERANTAU DI KARIMUN
KISAH Heriyanto Perantau di Karimun, 10 Tahun Bertahan Hidup dari Jualan Kain Lap Keliling
Berikut ini kisah perantau di Karimun. Kisah kali ini datang dari penjual kain lap keliling di Bumi Berazam. Berikut ceritanya.
Penulis: Yeni Hartati | Editor: Septyan Mulia Rohman
Kini Heriyanto tinggal sebatang kara di Karimun.
Meski dengan kondisi itu, Heriyanto tak patah semangat mencari rezeki.
Ia yakin rezeki sudah digariskan Tuhan Yang Maha Kuasa.
Ia mengaku dalam kesehariannya rezeki yang ia peroleh tidak tentu, tergantung pembeli yang silih berganti.
"Tidak hanya di Baran. Sebelumnya pernah berjualan di Pasar Puakang di jalan Nusantara.
Sekarang di sana sepi. Jadi saya jualan keliling dulunya di pasar Puakang, pasar Maimun, pasar Bukit Tembak, namun kali ini saya di Baran," tambahnya.
Hasil dari penjualan kain lap tidak menentu dalam sehari paling banyak hanya 50 ribu Rupiah.
Ia mengaku jika warga Karimun banyak mencari kain lap ketika mau hari raya.
Ini karena rata-rata orang sini beli kain lap baru.
Setiap bulan, Heriyanto wajib mengeluarkan biaya Rp 500 ribu.
Tak jarang, kondisi ini membuatnya bingung.
Sering pula ia meminta kelonggaran waktu kepada pemilik indekos.
Heriyanto mengaku bahwa dirinya tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah.
"Beginilah hidup merantau ke Karimun," katanya. (TribunBatam.id/Yeni Hartati)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kisah-heriyanto-perantau-di-karimun.jpg)