Breaking News:

BERITA POPULER

Berita Populer Batam, Sidang Gugatan Pilkada Batam Digelar hingga Lahan Makam Menipis

Ada beberapa kejadian di Batam menarik perhatian pembaca Tribun Batam, Jumat (5/2). Di antaranya sidang lanjutan gugatan Pilkada Batam dan lahan makam

Editor: Dewi Haryati
ISTIMEWA
Komisioner KPU Batam Martius seusai mengikuti sidang MK terkait sengketa Pilkada Batam. 

“Setahu saya, penambahan areal kawasan makam sudah diajukan. Tapi tak tahu kelanjutannya bagaimana,” ujar Udin saat ditanyakan TribunBatam.id belum lama ini.

Setahu Udin, TPU Sambau memiliki luas sekira 4 hektare. Kini, luas itu diperkirakan semakin menipis dan tersisa 2 hektare saja.

“Itu pun sepertinya tak sampai 2 hektare,” katanya lagi.

Dengan kondisi ini, Udin berharap Pemerintah Kota Batam dapat memperhatikan ketersediaan lahan di beberapa TPU yang ada.

Bukan tanpa alasan, Udin tak ingin warga Batam kebingungan dan mengalami kesulitan jika sewaktu-waktu areal permakaman mulai habis.

“Seperti satu hari saja, bisa tujuh jenazah yang kami terima. Sementara, kalau tak ada solusi, lahan terus menipis,” ujar Udin.

Senada dengan Udin, kekhawatiran ini turut dirasakan oleh Ibu Mar, seorang penjual bunga makam di TPU Sambau.

“Di sini, ada beberapa blok. Mulai dari blok A sampai G. Cuma blok F tak ada, mungkin belum dibangun,” katanya.

Ia melanjutkan, kini hanya areal blok G saja yang masih tersisa lahan makam cukup banyak.

“Kalau untuk pemasukan kami ya cukup untuk sehari-harinya. Tapi kalau sepi, ya sepi juga,” ujarnya lagi.

Ibu Mar mengungkapkan, untuk satu lubang galian makam, pihaknya mendapatkan Rp 450 ribu. Hasil itu nantinya dibagi untuk empat petugas.

Sedangkan untuk penghasilan tambahan, ia dan suaminya berharap pada penjualan bunga makam yang dikelolanya.

“Tapi ya gitu, tak tetap. Alhamdulillah saja,” pungkasnya.

Para penjaga makam di TPU Sambau menyebut, satu bulan bisa 30 galian yang mereka kerjakan.

Pengajuan Lahan Makam di Kabil Belum Bisa Dieksekusi

Diberitakan, krisis lahan permakaman di Batam ikut menjadi atensi Pemerintah Kota Batam.

Sebab, menipisnya lahan di masing-masing Tempat Pemakaman Umum (TPU) terus menjadi kekhawatiran para pengelola.

Hal ini diakui pula oleh Kepala Seksi (Kasi) Pemakaman Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman, dan Pertamanan (Perkimtan) Batam, Raja Syahrul seusai meninjau lokasi pengajuan makam di Kabil.

“Kalau bagi kami, yang terpenting itu lahannya ada. Kalau sudah tak ada masalah lagi perihal perizinannya, kami pun siap membangun,” ujar Raja Syahrul kepada TribunBatam.id, Rabu (3/2/2021).

Ia mengatakan, pembangunan area permakaman baru tak dapat dilaksanakan jika belum mendapat izin dari Badan Pengusahaan (BP) Batam ataupun Badan Pertanahan Nasional (BPN) Batam.

“Kalau kami ini tinggal koordinasi ke kecamatan dan kelurahan saja. Di mana lokasi yang hendak dibangun untuk makam,” tambah dia.

Sejauh ini, lanjut Syahrul, pengajuan lahan makam di Kabil menjadi yang pertama diterima oleh pihaknya.

Oleh sebab itu, pihaknya tinggal menunggu keputusan dari pihak terkait untuk menyegerakan pembangunan di sana.

“Kalau sekarang belum bisa eksekusi karena masih menunggu keputusan pihak terkait. Kalau lahan sudah diserahkan oleh BP Batam kepada kami, bisa langsung dibangun apa yang menjadi kebutuhan masyarakat itu,” katanya lagi.

Saat seluruh persyaratan terpenuhi, Dinas Perkimtan Batam pun akan segera menyusun perencanaan terhadap lahan permakaman yang akan dibangun.

“Lahan dikuasai oleh BP Batam. Jika terjadi krisis, kami hanya menampung keluhan pengelola dan masyarakat untuk diteruskan kepada pimpinan. Sifatnya hanya memfasilitasi saja,” paparnya.

Warga mengajukan lahan makam di Kabil seluas 15 hektare dari total pengajuan lahan seluas 25 hektare.

Selain untuk area permakaman, 10 hektare lainnya diajukan warga untuk lahan permukiman.

(tribunbatam.id/Beres Lumbantobing/Roma Uly Sianturi/Ichwan Nur Fadillah)

Baca juga berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved