Selasa, 7 April 2026

Penyintas & Penerima Vaksin Corona Diminta Ukur Kadar Antibodinya, Ini Kata Kadinkes Batam

Kadinkes Batam, Didi Kusmarjadi bilang pemeriksaan kadar antibodi itu bertujuan menilai respon imun hormonal adaptif terhadap protein Spike SARS-Cov-2

Editor: Dewi Haryati
TribunBatam.id/Ichwan Nur Fadillah
Penyintas & Penerima Vaksin Corona Diminta Ukur Kadar Antibodinya, Ini Kata Kadinkes Batam. Foto Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Vaksinasi corona dosis kedua telah diberikan kepada beberapa pejabat pemerintahan, dan jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (FKPD) beberapa waktu lalu.

Kini, sebagian tenaga kesehatan pun telah menjalani vaksinasi dosis kedua tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Batam, Didi Kusmarjadi menjelaskan, setelah satu bulan diberikan vaksinasi dosis kedua, peserta vaksin dapat mengukur kadar antibodinya melalui pemeriksaan Anti SARS-Cov-2 Kuantitatif.

Pemeriksaan ini bertujuan menilai respon imun hormonal adaptif terhadap protein Spike SARS-Cov-2. Didi menambahkan, apabila kadar antibodi seseorang telah mencapai di atas 250 dari pemeriksaan tersebut, berarti telah memperoleh perlindungan dari Covid-19 minimal 70 persen.

"Memang tidak menjamin 100 persen tidak akan terinfeksi, tetapi antibodi kita menjadi lebih kuat karena vaksin, dan kalau pun terinfeksi, gejalanya sangat ringan," ujar Didi, Jumat (5/2/2021).

Vaksinasi Corona di Tanjungpinang Hingga 2024, Sudah 2.772 Nakes Dapat Vaksin Corona

Vaksinasi Corona di Lingga Baru 49,3 Persen, Targetkan 960 dari 1.920 Vial Vaksin





Kini, pemeriksaan antibodi SARS-Cov-2 telah tersedia di Batam, melalui klinik Prodia. Dalam sekali pemeriksaan, biayanya mencapai Rp 250 ribu, dan hasilnya langsung dapat keluar dalam satu hari.

Beberapa pejabat daerah dan jajaran FKPD yang telah menjalani vaksinasi dosis kedua pun telah melalui pemeriksaan Antibodi SARS-Cov-2, di hari yang sama, Jumat (29/1/2021) lalu.

Pemeriksaan ini dilakukan sekaligus untuk menilai efektivitas vaksinasi yang rencananya akan dilakukan dalam skala yang lebih besar untuk masyarakat. Upaya ini juga dalam rangka monitoring titer antibodi pasca vaksinasi.

Tidak hanya dianjurkan bagi pasien pasca vaksinasi Covid-19, pemeriksaan antibodi juga disarankan bagi para penyintas Covid-19 dan para pendonor plasma konvalesen.

"Untuk yang sudah divaksin, pemeriksaan Anti SARS-Cov-2 bisa dilakukan satu bulan setelah menerima vaksin dosis kedua. Sedangkan untuk penyintas, dilakukan secara berkala 3-6 bulan. Pemeriksaan antibodi juga kita lakukan sebelum penyintas mendonor plasma konvalesen," jelas Didi.

Di samping klinik Prodia Batam, pemeriksaan Anti SARS Cov-2 Kuantitatif ini juga telah dilaksanakan di kota-kota besar seperti Surabaya, Makassar, Solo, Denpasar, Ternate, Pontianak, Yogya, Manado, Mataram, Kupang, Palu, Samarinda, Balikpapan, Banjarmasin, Aceh dan Lampung.

Vaksinasi Covid-19 Dosis 1 di Batam Capai 63 Persen

Diberitakan, progres vaksinasi Covid-19 Dosis 2 di Kota Batam mencapai 63 persen.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) kota Batam, Didi Kusmarjadi.

Didi memaparkan jumlah sasaran nakes yang divaksinasi Covid-19 Dosis 1 ini, sebanyak 6687 orang, yang divaksin 4233 orang, tidak diberikan 720 orang, ditunda sebanyak 532 orang dan belum divaksin mencapai 1202 orang.

"Penyuntikkan dosis ke 2 juga sudah kita jalankan. Di mana dosis ke 2 ini diberikan kepada yang sudah menjalani penyuntikkan pertama," ujar pria yang menjabat sebagai Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kota Batam ini.

Diakuinya penyuntikkan dosisi kedua ini sudah dimulai sejak 30 Januari 2021 lalu. Dan masih berlangsung hingga saat ini.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved