Sabtu, 18 April 2026

TANJUNGPINANG TERKINI

Penertiban Badut di Tanjungpinang Viral di Medsos, Satpol PP: Dasarnya Perda Tibum

Penertiban badut di Tanjungpinang hingga viral di medsos, Sabtu (6/2) diakui Satpol PP juga terjadi di sejumlah daerah lain di Indonesia.

Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Istimewa/Diskominfo Kota Tanjungpinang
Penertiban Badut di Tanjungpinang Viral di Medsos, Satpol PP: Dasarnya Perda Tibum. Foto penertiban badut di Tanjungpinang oleh Satpol PP, Sabtu (6/2). 

"Bisa saja badut tersebut pingsan atau kondisinya tidak stabil pada saat sedang menghibur dan itu malah membahayakan baik untuk mereka dan pengguna jalan.

Kami tidak bisa menjamin. Perkembangan profesi yang sama di simpang lampu lalu lintas tidak meningkat.

Karena justru dari data tersebut mereka berdatangan dari luar daerah karena merasa disini punya potensi atau kesempatan," jelasnya.

Pihaknya berharap polemik yang terjadi dimasyarakat saat ini tetap dapat menyatukan semangat dalam membangun Kota Tanjungpinang menjadi lebih baik.

Penertiban badut di Tanjungpinang oleh Satpol PP, Sabtu (6/2).
Penertiban badut di Tanjungpinang oleh Satpol PP, Sabtu (6/2). (TribunBatam.id/Istimewa)

Reaksi Wali Kota Tanjungpinang

Penertiban Badut di Tanjungpinang belakangan Beredar di Medsos.

Sejumlah badut yang biasa beroperasi pada sejumlah lokasi lampu merah di Kota Tanjungpinang, ditertibkan oleh Pemko Tanjungpinang melalui personel Satpol PP.

Wali kota Tanjungpinang Rahma pun tak mengelak mengenai Penertiban Badut di Tanjungpinang itu.

Rahma pun menjelaskan maksud penertiban tersebut.

Menurutnya, ini penting agar tidak timbul polemik termasuk opini yang beredar di masyarakat, khususnya warga Tanjungpinang.

Rahma mengatakan, bahwa penertiban yang dilakukan beberapa waktu lalu, didasari pertimbangan aspek keselamatan bagi badut itu sendiri.

Wali Kota Tanjungpinang Minta Fasilitas Umum untuk Perempuan & Disabilitas Diperbanyak. Foto Wali kota Tanjungpinang Rahma.
Wali Kota Tanjungpinang Rahma. (TribunBatam.id/Noven Simanjuntak)

"Memang pro dan kontra, cuma kami ingin agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat di lampu merah," ucapnya, Sabtu (6/2/2021).

Pemko Tanjungpinang menurut Rahma, tidak melarang badut-badut itu mencari nafkah.

Namun alangkah lebih baik jika dilakukan di tempat-tempat keramaian yang lebih aman dan layak.

Rahma juga mengatakan, tidak hanya badut saja yang ditertibkan.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved