Rabu, 20 Mei 2026

BATAM TERKINI

Walikota Batam HM Rudi Usul Hutan Lindung Dijadikan Lahan Pemakaman 

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi angkat bicara soal menipisnya lahan pemakaman di Kota Batam dan menawarkan solusi mengatasi masalah lahan makam.

Tayang:
TRIBUNBATAM.ID/IAN SITANGGANG
Lokasi permakaman Muslim di TPU Sei Temiang Batam. Saat ini lahan pemakaman di Batam semakin menipis dan butuh tambahan lahan baru. 

Biaya ini akan ditanggung oleh pemerintah, terkhusus bagi masyarakat yang tergolong ke dalam menengah ke bawah.

"Kami akan prioritaskan yang menengah ke bawah, kalau yang mampu mungkin masih bisa menyumbang. Alasan penggratisan ini, karena semua orang butuh, tapi tak semua punya uang lebih," jelas Rudi.

Pihaknya juga mengupayakan agar lahan pemakaman dapat ditambah, khususnya lahan di Sei Temiang.

Ia telah mengajukan izin pinjam pakai sebagian area hutan lindung untuk dipergunakan sebagai tambahan lahan pemakaman kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). 

Lahan Makam Makin Menipis

Sementara itu, seorang penggali kubur di TPU Sambau Nongsa Batam, Udin mengaku mulai khawatir dengan kondisi lahan pemakaman di tempatnya biasa mencari rezeki ini.

Pasalnya, lahan itu semakin terbatas sementara jumlah jenazah yang akan dimakamkan bertambah setiap hari.

“Setahu saya, penambahan areal kawasan makam sudah diajukan. Tapi tak tahu kelanjutannya bagaimana,” ujar Udin saat ditanyakan TRIBUNBATAM.id belum lama ini.

Setahu Udin, TPU Sambau memiliki luas sekira 4 hektare.

Kini, luas itu diperkirakan semakin menipis dan tersisa 2 hektare saja..

“Itu pun sepertinya tak sampai 2 hektare,” katanya lagi.

Dengan kondisi ini, Udin berharap Pemerintah Kota Batam dapat memperhatikan ketersediaan lahan di beberapa TPU yang ada.

Bukan tanpa alasan, Udin tak ingin warga Batam kebingungan dan mengalami kesulitan jika sewaktu-waktu areal permakaman mulai habis.

“Seperti satu hari saja, bisa tujuh jenazah yang kami terima. Sementara, kalau tak ada solusi, lahan terus menipis,” ujar Udin.

Senada dengan Udin, kekhawatiran ini turut dirasakan oleh Ibu Mar, seorang penjual bunga makam di TPU Sambau.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved