Kamis, 11 Juni 2026

Nyali Xi Jinping Ciut, CHINA Dikepung, Panik Minta Kawan Negara ASEAN di Laut China Selatan

China yang pongah di Laut China Selatan mendadak minta berteman, nyali China ciut setelah armada tempur Amerika Serikat dan sekutu bersatu

Tayang:
afp
Nyali Xi Jinping Ciut, CHINA Dikepung, Panik Minta Kawan Negara ASEAN di Laut China Selatan. Presiden China Xi Jinping 

TRIBUNATAM.id - Nyali Xi Jinping Ciut, China Dikepung, Panik Minta Kawan Negara ASEAN di Laut China Selatan

China yang pongah di Laut China Selatan mendadak minta berteman.

Nyali Beijing ciut setelah armada tempur Amerika Serikat dan sekutunya bersatu menuju kawasan sengketa.

China sejak lama mengklaim Laut China Selatan adalah haknya.

Tekanan banyak negara Asia Tenggara terhadap China dibalas dengan rutinnya Xi Jinping mengirimkan armada tempur ke wilayah tersebut.

Sangarnya Kapal Induk AS ke Laut China Selatan, Seperti Menantang Perang, China Ketakutan !

Amerika Serikat, Prancis, Inggris dan Jepang bersekutu dengan melakukan penekanan terhadap Negeri Panda.

Amerika dikatakan telah mengirim dua kapal induknya pada Rabu (9/2/21) ke Laut China Selatan.

Amerika mengirim kapal induk ke Laut China Selatan di bawah pemerintahan Joe Biden.
Amerika mengirim kapal induk ke Laut China Selatan di bawah pemerintahan Joe Biden. (SCMP)

Mengetahui situasinya terjepit, China minta bantuan Vietnam yang sebelumnya sempat melawan dominasi China.

Untuk meyakinkan Vietnam, Xi Jinping melakukan diplomasi dengan menelepon Presiden Vietnam, Nguyen Phu Trong, melalui telepon.

Diplomasi terbaru China ini terjadi saat armada perang Amerika yang tediri dari dua kapal induk,

Theodore Roosevelt Carrier Strike Group dan Nimitz Carrier Strike Group berlatih di Laut China Selatan.

CHINA Panik Banyak Musuh di Laut China Selatan! Kapal Perang Inggris Gabung AS ke Laut China Selatan

China Panas Kapal Induk dan 3 Kapal Perang AS ke Laut China Selatan, Beijing Dituduh Zalim ke Taiwan

Sedangkan armada lain, kapal serbu amfibi USS America bersama armada Jepang berlatih di Laut Filipina.

Armada Perancis kapal nuklir FS Emeraude dan frigat FS Vendemiaire nimbrung ke Laut China Selatan.

Menteri Pertahanan Prancis, Florence Parly, mencuit di akun Twitter dan menyatakan terkesan dengan patroli kapal selam SNA Emeraude yang dilakukan di Laut China Selatan.

Armada Perancis berpatroli di Laut China Selatan
Armada Perancis berpatroli di Laut China Selatan (twitter)

"Patroli luar biasa ini baru saja menyelesaikan lintasannya di Laut China Selatan.

Bukti nyata dari kemampuan Angkatan Laut Perancis untuk ditempatkan di tempat yang jauh (dari Perancis) dan dalam jangka waktu yang lama bersama dengan mitra strategis kami, Australia, Amerika, dan Jepang," cuitnya disertai gambar dua kapal tersebut.

Sebelumnya armada Perancis ini berlatih dengan tiga Kapal Perang TNI Angkatan Laut (KRI) di Selat Sunda, Senin (08/02/2021).

Soal Laut China Selatan, Xi Jinping Tegaskan China Tak Berniat Perang dengan Negara Manapun

Xi Jinping Sidak Korps Marinir, Beijing Siap Perang di Selat Taiwan, Laut China Selatan dan Timur!

Kapal tersebut yakni KRI Barakuda-633, KRI Tenggiri-865, KRI Cakalang-852 serta 2 Kapal Perang Perancis FS Vendemiaire (Frigate) dan FS Emeraude (Submarine).

Dalam latihan Passex tersebut dilaksanakan serial latihan Flashex (Flash Exercise), Flaghoist, Photoex (Photo Exercise) Mantak diakhiri dengan salam perpisahan (farewell pass) yang selanjutnya Kapal Perang Perancis melanjutkan pelayaran.

ILUSTRASI. Kapal induk AS, USS Nimitz (CVN 68) dan kapal penjelajah rudal berpemandu kelas Ticonderoga USS Princeton (CG 59) transit di Selat Balabac, Filipina, menuju lokasi latihan di Laut China Selatan. Foto dirilis 15 Juli 2020.
ILUSTRASI. Kapal induk AS, USS Nimitz (CVN 68) dan kapal penjelajah rudal berpemandu kelas Ticonderoga USS Princeton (CG 59) transit di Selat Balabac, Filipina, menuju lokasi latihan di Laut China Selatan. Foto dirilis 15 Juli 2020. (ist)

Media pemerintah China, Global Times melansir, Presiden China Xi Jinping mengatakan,

hubungan China dan Vietnam berada di titik awal sejarah baru.

China bersedia bekerja dengan Vietnam untuk mendorong perkembangan hubungan bilateral yang stabil dan langgeng.

"China siap untuk bergabung dengan Vietnam untuk memperkuat komunikasi strategis,

meningkatkan rasa saling percaya di bidang politik," kata Xi Jinping yang juga menjabat Sekretaris Jenderal Partai Komunis China.

Saat AS Gelar Pemilu! Laut China Selatan Membara, Kapal Serbu Amfibi Tiongkok Berlayar Dekat Taiwan

"Dan, mempertahankan peran bimbingan politik juga komunikasi yang erat antara kepemimpinan kedua pihak," ujar Xi Jinping.

Senada Wang Wenbin, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China,

dalam jumpa pers reguler Selasa, mengatakan China akan bekerja dengan negara-negara lain di kawasan Laut China Selatan untuk menjaga perdamaian dan stabilitas.

USS Ralph Johnson mengawal kapal induk USS Nimitz di Laut China Selatan
USS Ralph Johnson mengawal kapal induk USS Nimitz di Laut China Selatan (usnavy)

"Amerika Serikat sering mengirimkan kapal dan pesawat ke Laut China Selatan untuk memamerkan kekuatannya,

yang tidak kondusif bagi perdamaian dan stabilitas regional," kata Wang Wenbin.

"China akan terus mengambil tindakan yang diperlukan untuk secara tegas menjaga kedaulatan dan keamanan nasional,

dan bekerja sama dengan negara-negara di kawasan untuk secara tegas menjaga perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan."

CHINA Memang Kuat, Tapi Tak Bisa Kalahkan Amerika di Laut China Selatan, Joe Biden Punya Triknya !

Hubungan China dan Vietnam sejatinya tidak terlalu harmonis.

Ini menyusul sengketa kedua negara atas Kepualauan Paracel yang berada di Laut China Selatan.

China menyebutnya dengan nama Kepulauan Xisha.

Situasi sempat memanas lantaran China tahun lalu beberapa kali menggelar latihan militer di dekat Kepulauan Paracel.

Pada Agustus 2020, Vietnam menyatakan, kehadiran pembom China di Kepulauan Paracel membahayakan perdamaian.

ILUSTRASI. Kapal induk dan kapal perang AS di Laut China Selatan.
ILUSTRASI. Kapal induk dan kapal perang AS di Laut China Selatan. ((U.S. Navy photo by Mass Communication Specialist 3rd Class Brandon Richardson))

Lalu pada Oktober tahun lalu, Vietnam mengatakan, latihan militer yang China lakukan saat itu di Laut China Selatan,

termasuk dekat Kepulauan Paracel bisa mempersulit upaya untuk memulai kembali pembicaraan tentang etika perilaku (COC).

"Dimulainya kembali perundingan COC setelah jeda cukup lama karena pandemi menjadi prioritas negara-negara ASEAN dan China," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Vietnam Le Thi Thu Hang, Oktober lalu, seperti dikutip Reuters.

Saat Negara Lain Sibuk Atasi Pandemi Covid-19, China Beri Nama 80 Pulau di Laut China Selatan

China Mati-matian Pertahankan Laut China Selatan, Ternyata Simpan Harta yang Menggiurkan

Mengintip Pangkalan Militer China di Laut China Selatan, Sulit Ditandingi Negara di Asia Tenggara

Vietnam, menurut Hang, menjadikan perundingan tersebut sebagai prioritas dan "berharap menyelesaikan COC dengan cara yang efektif dan komprehensif", sejalan dengan hukum internasional.

Namun, Hang menambahkan, Vietnam menuntut China menghormati kedaulatannya dan tidak mengulangi latihan semacam itu di Kepulauan Paracel.

.

.

.

Baca berita menarik TRIBUNBATAM.id lainnya di Google

SUMBER: INTISARI

(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved