Selasa, 21 April 2026

Budayawan Prie GS Tutup Usia, Dikenal Sebagai Kartunis Penyair hingga Public Speaker

Budayawan kelahiran Kendal, Jawa Tengah tersebut disebutkan meninggal akibat serangan jantung. Kabar meninggalnya Prie GS tersebut dibenarkan

ist
Budayawan Supriyanto GS atau yang lebih dikenal dengan Prie GS mengembuskan napas terakhirnya pada Jumat, 12 Februari 2021. Foto screenshot semasa hidup 

TRIBUNBATAM.id -  Kabar duka cita. Budayawan Supriyanto GS atau yang lebih dikenal dengan Prie GS mengembuskan napas terakhirnya pada Jumat, 12 Februari 2021.

Budayawan kelahiran Kendal, Jawa Tengah tersebut disebutkan meninggal akibat serangan jantung. Kabar meninggalnya Prie GS tersebut dibenarkan oleh Tista Pratista, selaku asisten Prie GS.

"Benar, pukul 06.30 WIB," ujarnya singkat kepada Kompas.com, Jumat (12/2/2021).

Lantas, seperti apakah sosok Prie GS?

Melansir situs Unnes, budayawan kelahiran Kendal, 3 Februari 1964 ini mengawali kariernya menjadi wartawan di Harian Umum Suara Merdeka, Semarang, Jawa Tengah.

Prie juga dikenal sebagai kartunis, penyair, penulis, dan public speaker di berbagai seminar. Melansir situs resmi RRI, selepas SMA, Prie GS menekuni dunia kartunis, dan sempat belajar khusus kepada kartunis kawakan dari Harian Umum Kompas, G.M. Sudarta.

Sudah Rilis Buku dari Usia 17 Tahun, Sastrawan dan Budayawan Ajip Rosidi Tutup Usia

Perjalanan karier
Setelah lulus dari bangku SMA, Prie GS melanjutkan pendidikan di jurusan seni musik, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni IKIP Semarang.

Di tempat ini, kemampuannya semakin terasah. Saat menjadi wartawan, Prie lebih banyak memegang rubrik bermuatan kesenian, dengan rutin setiap minggunya menggambar kartun di surat kabar tempatnya bekerja.

Dituliskan situs Taman Budaya Jateng, Prie pernah menjadi pemimpin majalan wanita Cempaka.

Walau sempat menjadi mahasiswa jurusan seni musik, Prie GS memilih menjadi seorang kartunis hingga sekarang.

Prie GS juga pernah menggelar pameran kartun di Tokyo, Jepang atas undangan The Japan Foundation.

Banyak ilmu yang didapat di sana, terutama saat mempunyai kesempatan berdiskusi dalam satu meja dengan para komikus dan animator tersohor di negeri itu.

Prie juga pernah menjajal kemampuannya sebagai aktor dengan bergabung di Teater Dhome Semarang saat menggarap repertoar Umang-umang atawa Orkes Madun karya Arifin C.
Noer.

Kecintaan Galang Arfian Akan Seni Tari, Dirikan Sanggar di Anambas Tanpa Dipungut Biaya

Di Teater Aktor Studio, Prie bersama Joshua Igho menjadi ilustrator musik untuk repertoar Jembatan Mberok.

Menjalani hidup sebagai wartawan, penulis kolom, dan kartunis semakin menambah wawasan Pri GS luas, dan ini yang membawanya terjun sebagai public speaker.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved