Senin, 1 Juni 2026

Kilas Balik Momen Imlek, Jangan Lupa 6 Pejuang Indonesia Keturunan Tionghoa

Memerdekakan Indonesia dari tangan penjajah, tidak terlepas dari peran pejuang, pahlawan, dan segenap seluruh elemen bangsa.

Tayang:
ist
Djiaw Kie Siong 

TRIBUNBATAM.id - Momen 17 Agustus 2021 ini, merupakan sejarah amat penting bangsa Indonesia. Ya, 2021 ini merupakan HUT Kemerdekaan RI ke-76. 

Memerdekakan Indonesia dari tangan penjajah, tidak terlepas dari peran pejuang, pahlawan, dan segenap seluruh elemen bangsa. Termasuk pejuang keturunan Tionghoa.

Jika kembali ke sejarah, saat agresi militer Belanda, para pejuang keturunan Tionghoa ikut terlibat dalam pertempuran. Tak heran jika banyak ditemui veteran-veteran berdarah Tionghoa di Indonesia.

Feng Shui Shio Imlek 2021, 3 Shio Ini Paling Beruntung di Bulan Februari Tahun Kerbau Logam

1. Daniel Dharma (John Lie)

Daniel Dharma (John Lie)
Daniel Dharma (John Lie) (ist)

Daniel Dharma alias John Lie lahir pada 9 Maret 1911 di Manado, Sulawesi Utara. John Lie merupakan seorang perwira militer Angkatan Laut berdarah Tionghoa. Keluarganya adalah pemilik perusahaan pengangkutan Vetol (Veem en transportonderneming Lie Kay Thai).

Ketika berusia 17 tahun, John Lie kabur ke Batavia mengejar cita-citanya. Selain sebagai buruh pelabuhan, Lie juga belajar tentang navigasi. Ia sempat bekerja sebagai klerk di kapal perusahaan pelayaran Belanda. Selama bertugas, John Lie mendapatkan pendidikan militer hingga akhirnya bergabung dalam Angkatan Laut Republik Indonesia (RI).

Perayaan Imlek 2021, Pemkab Karimun Pilih Batasi Aktivitas Diskotek hingga Panti Pijat

Saat bertugas di Cilacap, ia berhasil membersihkan ranjau yang ditanam Jepang. Kariernya semakin cemerlang ketika ditugaskan untuk mengamankan pelayaran kapal yang mengangkut komoditas ekspor Indonesia ke luar negeri.

Lie bisa mengamankan sekaligus menukar komoditas Indonesia dengan senjata menembus blokade Belanda di Sumatera.

Kapal yang ia gunakan juga beberapa kali lolos dari bidikan pihak musuh. Pada 1950, John Lie aktif dalam penumpasan Republik Maluku Selatan (RMS) di Maluku dan PRRI.

Pada Desember 1966, ia mengakhiri masa pengabdiannya di TNI AL dengan pangkat terakhir Laksamana Muda.

2. Yap Tjwan Bing

Yap Tjwan Bing
Yap Tjwan Bing (ist)

Tjwan Bing lahir pada 31 Oktober 1910 di Kota Solo. Ia menyandang gelar sarjana farmasi dari sebuah universitas di Amsterdam pada 1939. Setelah lulus, Yap pulang ke Tanah Air dan mendirikan apotek di Bandung.

Saat masa perjuangan kemerdekaan RI, Yap bersama Soekarno dan Hatta terjun dalam pergerakan nasional. Yap Tjwan Bing adalah satu-satunya anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Dia turut hadir dalam pengesahan UUD 1945 dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pada 18 Agustus 1945.

Setelah kemerdekaan, Yap bergabung dalam Partai Nasional Indonesia, partai yang didirikan oleh Bung Karno. Yap menjadi anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) sekaligus anggota DPR-RIS. Yap Tjwan Bing dikenal sangat dekat dengan Bung Karno.

Jelang Imlek 2021, Ternyata Ada Pahlawan Indonesia Berdarah Tionghua, Tampan dan Mempesona

Kegiatan politiknya pada masa itu membuat dirinya harus berpindah-pindah tempat tinggal. Saat menjadi anggota DPR-RIS, Yap tinggal di Yogyakarta, tepatnya di Jalan Pakuningratan, bersamaan dengan perpindahan pusat pemerintahan ke Yogyakarta pada 1946.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved