Breaking News:

WISATA BATAM

Pungli di Jembatan Barelang Dinilai Rusak Citra Wisata Batam, Aparat Diminta Serius Menindak

Kelakuan dugaan pungtan liar alias pungli di atas jembatan satu barelang meresahkan masyarakat

TRIBUNBATAM / IAN SITANGGANG
Dugaan Pungutan Liar - Seorang pria di atas motor mengeluarkan karcis parkir yang diduga tidak resmi dari Pemko Batam. Dalam karcis, motor dipatok Rp5000 dan mobil dipatok Rp10000. Pengunjung resah dan dinilai merusak citra wisata Batam 

TRIBUN, TRIBUNBATAM.id - Dugaan pungutan liar alias pungli di jembatan satu Barelang Batam, dinilai merusak citra wisata Batam.

Betapa tidak, Iwan seorang pengunjung jembatan yang merupakan icon Kota Batam, merasa dipalak oleh juru parkir liar. Iwan mengaku, saat di atas jembatan, disodorkan karcis

"Untuk kendaraan roda dua sebesar Rp5 ribu dan untuk kendaraan roda empat sebesar Rp10 ribu. Sangat ketakutan kami bang. Kalau tak dikasih digertak dan hendak dipukul. Kami berfikir 1000 kali jika ke sini lagi. Macam-macam tak ada ketegasan di sini," kata Iwan dengan nada kesal, Sabtu (20/2).

Contoh karcis parkir di Jembatan Barelang
Contoh karcis parkir di Jembatan Barelang (TRIBUNBATAM.id/DEWI HARYATI)

Baca juga: Pungli Berkedok Parkir Beraksi di Jembatan Barelang, Disbudpar Batam Bakal Gandeng Dishub & Polisi

Iwan pun langsung tobat dan enggan pergi ke tempat wisata Batam jembatan satu barelang. Baginya, kejadian Sabtu itu benar-benar seperti nerakah baginya.

"Baru saja duduk, sudah diminta. Sekarang orang susah cari uang malah enak saja. Kalau resmi tak masalah, karcis ini pun seperti ormas. Masa negara kalah sama Ormas?," tambahnya dengan kesal.

Dugaan Pungutan Liar - Seorang pria berbaju kaos Nomor punggung 22 mengeluarkan karcis parkir yang diduga tidak resmi dari Pemko Batam. Dalam karcis, motor dipatok Rp5000 dan mobil dipatok Rp10000. Pengunjung resah dan dinilai merusak citra wisata Batam
Dugaan Pungutan Liar - Seorang pria berbaju kaos Nomor punggung 22 mengeluarkan karcis parkir yang diduga tidak resmi dari Pemko Batam. Dalam karcis, motor dipatok Rp5000 dan mobil dipatok Rp10000. Pengunjung resah dan dinilai merusak citra wisata Batam (TRIBUNBATAM / IAN SITANGGANG)

Baca juga: Topik ILC Selasa 8 Desember 2020 Pungli Bansos, Karni Ilyas Kena Protes, Ini Sebabnya

Butuh Ketagasan dan Kepedulian Semua Pihak

Menurut Zazmi warga Batam, kepada oknum juru parkir liar harus dibutuh ketegasan. Sebab menurutnya, jika tidak diatasi tindakan mereka minta-minta berkedok karcis, maka dapat merusak citra Batam.

"Orang takut ke Batam lagi. Apa lagi jika beritakan dan viral. Berpikir begini, dari pada gantar masalah jika ke Batam, mending tak usah ke Batam. Yang rugi siapa? Kita Semua bukan oknum jukir itu saja," kata Zazmi.

"Untuk itu, kepada Pemko Batam dan DPRD Kota Batam harus dirapatkan jukir liar ini. Cukup meresahkan. Masalah dari tahun ke tahun. kesannya seolah tak ada pemerintah di atas mereka (jukir)," tambah Zazmi.

Selanjutnya kata Zazmi, selain di Jembatan satu Barelang, jukir yang meresahkan dan diluar jam operasional beredar di Nagoya, Jodoh, Batuaji, Batam Center dan beberapa daerah lainnya.

Baca juga: TOLAK Kenaikan Tarif Parkir di Batam, Tumbur Hutasoit : Hanya Bikin Raja Kecil Makin Kaya

Halaman
12
Penulis: Pertanian Sitanggang
Editor: Filemon Halawa
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved