Rabu, 15 April 2026

TRIBUN WIKI

6 Teknologi Penanganan Banjir Paling Canggih di Dunia, Bisa Ditiru Indonesia

Inilah 6 teknologi penanganan banjir paling canggih di dunia, bisa ditiru Indonesia.

UK.
TEKNOLOGI PENANGANAN BANJIR - Inilah 6 teknologi penanganan banjir paling canggih di dunia, bisa ditiru Indonesia. FOTO: Thames Barrier 

TRIBUNBATAM.id - Inilah 6 teknologi penanganan banjir paling canggih di dunia, bisa ditiru Indonesia.

Sejumlah wilayah Indonesia dilanda banjir di awal tahun ini.

Setelah Kalimantan Selatan dan Jawa Tengah, DKI Jakarta pun kini kembali dikepung banjir.

Persoalan banjir masih menjadi PR besar ibu kota yang belum bisa diselesaikan sejak dulu.

Meski upaya penanganan dari segi teknologi telah dilakukan, namun belum memberikan dampak yang signifikan.

Namun, rupanya beberapa negara lain telah berhasil menangani banjir dengan inovasi teknologi yang mereka kembangkan.

Berikut beberapa teknologi penanganan banjir paling canggih di dunia yang diterapkan oleh sejumlah negara.

Baca juga: Tepis Pernyataan Anies, Ini Jawaban Bima Arya soal Banjir Jakarta karena Limpahan Air dari Bogor

Baca juga: FPI Buka Suara Terkait Polisi Minta Relawan FPI Copot Atribut saat Bantu Korban Banjir

Baca juga: Kemarahan Menteri PUPR kepada Anies Baswedan, Disebut Susah Diajak Koordinasi Terkait Banjir

1. Maeslant Storm Surge Barrier di Belanda

Memang sudah terbukti bila negeri tulip yang pernah menjajah Indonesia ini sering disebut suhunya untuk penangan banjir.

Salah satu mega infrastruktur yang dibuat di sana adalah Maeslant Storm Surge Barrier atau Maeslantkering di Kota Rotterdam.

Negeri seribu dam ini sadar bahwa lokasi negaranya memiliki permukaan air yang lebih tinggi ketimbang daratan membuat mereka berpikir keras agar tidak tenggelam.

Bendungan ini dibuat tahun 1997 yang berupa pintu gerbang raksasa untuk menutup kanal dari ancaman banjir masuk ke pusat kota.

Maklum saja, sungai dan kanal di Belanda terkenal juga sebagai jalur transportasi yang dipakai untuk lalu lintas kapal kecil.

Karena  itu, perlu ada teknologi canggih yang bisa menahan air melalui sistem buka-tutup sungai.

Jika situasi permukaan air normal, sungai di Belanda dibiarkan terbuka untuk lalu lintas kapal yang berseliweran di sungai dan kanal.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved