Breaking News:

Anggota TNI Langgar Sumpah Prajurit, Jadi Penghianat Negara Demi Uang, Jual Amunisi ke KKB Papua

Seorang Prajurit TNI menjual ratusan amunisi kepada Pasukan KKB Papua. Hal itu dilakukan pelaku demi dapatkan uang lebih. Saat ini dia sudah ditahan

Kostrad Via Grid/id
Foto Ilustrasi Prajurit TNI saat sedang bertugas di lapangan 

TRIBUNBATAM.id |AMBON - Oknum TNI melanggar sumpah prajurit, Dirinya berhianat kepada Instasnsi dan Negara Indonesia.

Seorang prajurit seharusnya membela mati-matian negaranya.

Namun tidak dengan seorang Prajurit TNI satu ini, demi uang dia berhianat kepada negara.

Dia kedapatan menjual ratusan amunisi kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

Seorang oknum prajurit TNI dari kesatuan Yonif 731 Masariku, Kodam XVI Pattimura ikut terlibat dalam bisnis penjualan senjata dan amunisi kepada warga sipil yang diduga berhubungan dengan kelompok kriminal bersenjata ( KKB) di Papua.

Baca juga: Atasi Depresi Selama Pandemi, Coba Kelola dengan 6 Cara Berikut Ini

Baca juga: Daftar Harga Mobil Bekas Hyundai Accent yang Makin Terjangkau, Termurah Dibandrol Rp 25 Juta

Baca juga: Dimana Nissa Sabyan Saat Tuduhan Selingkuh dengan Ayus Viral? Komarudin: Tenangkan Diri di Bogor

Oknum prajurit TNI yang diketahui bernama Praka MS itu kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di sel tahanan Denpom XVI Pattimura.

Komandan Detasemen Polisi Militer (Kapomdam) Kodam XVI Pattimura Kolonel Cpm Paul Jhohanes Pelupessy mengatakan, Praka MS ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka karena terlibat dalam penjualan 600 butir amunisi kepada warga sipil.

“Soal kepemilikan 600 amunisi jadi untuk kepemilikannya ini dimiliki oleh Praka MS untuk kesatuan dari Yonif 733 Masariku, untuk yang bersangkutan saat ini sudah ditahan, karena tadi malam baru kami terima,” kata Paul, kepada waratwan di kantor Polresta Pulau Ambon, Selasa (23/2/2021).

Praka MS sendiri diketahui menjual ratusan amunisi itu ke warga sipil bernama AT. Selanjutnya, AT kemudian menjual kembali amunisi itu kepada J.

Kedua warga sipil tersebut telah ditahan di Polresta Pulau Ambon dan ditetapkan sebagai tersangka.

Halaman
12
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved