Breaking News:

Pembunuhan Sadis Karena Cemburu, Penggali Kubur Habisi Nyawa Pria yang Sering Telpone Istrinya

Pembunuhan sadis yang dilakukan oleh penggali sumur. Pelaku marah karena korban terus menelepone istrinya. Karena cemburu, korban akhirnya dibunuh

TRIBUN SUMSEL/EDISON
Warnen alias Menel (38) warga Dusun 08 Leweng Kolot RT 008 RW 008 Kelurahan Sukamarga Kecamatan Abung Tinggi Kabupaten Lampung Utara ditangkap Polres Prabumulih karena membunuh Ramadon Jailani, Senin (22/2/2021). Pembunuhan dilatarbelakangi cemburu karena istrinya sering ditelepon korban. 

Selain meringkus pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti berupa 1 unit Sepeda Motor

Honda beat warna putih biru dengan nomor polisi BG 4341 CU milik korban dan kayu balok yang dipakai membunuh korban.

Kapolres Prabumulih AKBP Siswandi SH SIK MH didampingi Kapolsek Prabumulih Timur, AKP Herman Rozi dan Kanit Reskrim Ipda Heryoni Amin mengungkapkan pihaknya bersyukur setelah hampir dua bulan melakukan perburuan berhasil meringkus pelaku.

Baca juga: Gadis Belia Tersangka Pembunuhan Pria Pemerkosa, Komnas Perempuan Desak Polisi Berlaku Adil

"Pelaku kita amankan di tempat bekerjanya yang baru di Kandang Ayam di Kabupaten Serang Banten, sementara barang bukti motor korban dititip pelaku di rumah keluarganya di Desa Cahaya Negri Kecamatan Abung Barat Kabupaten Lampung Utara," ujarnya.

Kapolres menuturkan, berdasarkan keterangan, tersangka nekat melakukan pembunuhan terhadap korban karena sering menelpon sang istri dan hal itu membuat pelaku menjadi cemburu lalu menghabisi nyawa temannya itu menggunakan balok kayu.

"Usai membunuh pelaku langsung kabur membawa motor korban ke Lampung dan kemudian kabur lagi ke Banten," tuturnya.

Lebih lanjut Kapolres menegaskan, atas perbuatannya itu tersangka Menel akan dijerat pasal 365 ayat 3 KUHP dan atau pasal 338 KUHP. "Tersangka akan dijerat dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," tegasnya.

Sementara pelaku Warnen alias Menel mengungkapkan dirinya menghabisi korban Romadon Jailani lantaran kesal karena korban sering menghubungi istrinya.

Hal itu diketahui pelaku pada Senin (28/12/2020) pukul 00.30.

"Dia beberapa kali nelpon istri saya, saya temukan rekaman percakapan di HP istri. Lalu setelah dikasih tahu korban ini mengakui sering menelpon istri saya, bukannya meminta maaf malah dia nantang kalau saya sering nelepon istri kamu emangnya mau apa, begitu katanya, saya kesal," ungkap tersangka ketika diwawancarai.

Menel yang sehari-hari bekerja sebagai penggali sumur itu menuturkan, saat itu dirinya diam dan kemudian saat korban sedang tidur di pondoknya pelaku langsung memukul korban mengunakan kayu balok sepanjang setengah meter ke kepala korban sebanyak satu kali.

Halaman
1234
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved