PELANTIKAN GUBERNUR KEPRI
JELANG Pelantikan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad dan Marlin Agustina Gelar Doa Selamat
Doa selamat jelang pelantikan Gubernur Kepri digeral sederhana namun khidmat di lobi hotel Gran Melia Jakarta.
Penulis: Endra Kaputra | Editor: Septyan Mulia Rohman
Ia kini berusia 56 tahun, selisih 3 tahun dengan Isdianto.
Meski demikian, pengalamannya di bidang politik dan pemerintahan tak bisa disepelekan.
Sebelum mencalonkan diri di Pilkada Kepri 2020, ia adalah anggota DPR RI periode 2019-2024 dari fraksi Partai Golkar.
Demi melenggang di panggung ini, Ansar rela mengundurkan diri dari kursinya di Senayan.
Ia juga pernah menjabat sebagai Bupati Bintan selama 2 periode, yakni 2005-2010 dan 2010-2015.
Sejak tahun 2005 itu, Ansar Ahmad juga dipercayai sebagai Ketua DPD Golkar selama 15 tahun hingga 2015.
Selain capaian-capaian tersebut, berikut Tribun Batam sajikan profil lengkap dan perjalanan karier Ansar Ahmad.
Ansar dilahirkan di sebuah kampung kecil di Kijang, Bintan pada 10 April 1964.
Dia berasal dari keluarga kurang mampu dan sejak kecil harus hidup bersama seorang ibu dengan lima orang anak.
Ayah Ansar, Abdul Ahad telah lama berpulang, meninggalkan anak-anaknya menjadi yatim.
Ansar pun harus ikhlas dan rela berjuang menghidupi diri sendiri sekaligus membantu ibunda tercinta.
Dari Otobiografi Ansar Ahmad diceritakan, bahwa saat Ansar masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) pada tahun 1973-1974, ia sempat menjadi tukang cuci bus Dinas Penerangan Kabupaten Kepulauan Riau.
Hal ini dilakukannya demi bisa memenuhi biaya sekolahnya.
Setiap hari, ia melakoni pekerjaan ini selepas Maghrib.
Menginjak usia remaja, Ansar dikenal sebagai sosok remaja yang religius.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/jelang-pelantikan-gubernur-kepri-terpilih.jpg)