Rabu, 15 April 2026

PENEMBAKAN DI CENGKARENG

Korps Bhayangkara Tercoreng Lagi, Kasus Kompol Yuni hingga Aksi Koboi Brigadir Cornelius Siahaan

oknum polisi mempermalukan Korps Bhayangkara menuai sorotan akhir-akhir ini. Mulai dari polisi nyabu, jual senjata ke KKB Papua, penembakan di Jakarta

HANDOVER
Brigadir Cornelius Siahaan (kanan) dan KTA Pratu Martinus Riski Kardo Sinurat (kiri). Kronologi polisi tembak TNI di sebuah bar di Cengkareng, Jakarta Barat. 

- Korban tidak mau membayar.

- Korban Pratu Martinus Riski Kardo Sinurat  menegur pelaku dan terjadi cekcok mulut.

- Tiba-tiba pelaku mengeluarkan senjata api dan di tembakkan kepada ketiga korban secara bergantian.

- Kemudian pelaku keluar kafe sambil menenteng senjata api di tangan kanannya dan di jemput temannya dengan menggunakan Mobil.

- Pelaku sudah di amankan di Polres Jakarta Barat.

Nasib Kompol Yuni Purwanti

Kompol Yuni nyabu bersama anak buahnya di sebuah hotel di Bandung, Jawa Barat, Kamis (18/2/2021).

Berita itu heoboh di media sosial. Belakangan, alasan Kompol Yuni nekat konsumsi sabu dengan anak buahnya akhirnya terkuak.

Kompol Yuni memakai sabu bersama anak buahnya hingga digerebek pada malam Kamis itu.

Mantan Kapolsek Astanaanyar berakhir diperiksa oleh kepolisian hingga pihak Propam Polda Jabar.

Pasca pesta sabu Kompol Yuni bersama anak buahnya itu, nasib terbaru sang polwan miris dan memilukan.

Kompol Yuni Purwanti langsung dicopot dari jabatannya sebagai Kapolsek Astanaanyar.

Tak hanya itu, kini Kompol Yuni harus mengikuti serangkaian proses hukum yang dijalankan.

Sungguh memilukan mantan Kapolsek Astanaanyar di puncak karier malah harus merasakan kepahitan dalam hidupnya pasca digerebek pesta sabu bersama anak buah

Di balik berita heboh polwan tertangkap pesta

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved