Breaking News:

KARHUTLA DI LINGGA

Waspada Karhutla di Lingga, Polisi Koordinasi dengan Sejumlah Stakeholder

Polres Lingga koordinasi dengan sejumlah stakeholder untuk mencegah karhutla di Lingga.

TribunBatam.id/Istimewa
Waspada Karhutla di Lingga, Polisi Koordinasi dengan Sejumlah Stakeholder. Foto Polres Lingga, BPBD, serta Instansi terkait Laksnakan apel kesiapsiagaan penanggulangan Karhutla di wilayah Kabupaten Lingga, Rabu (24/2/2021). 

LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Ancaman kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Lingga jadi atensi Polres Lingga.

Bersama instansi terkait, mereka menggelar persiapan dan kesigapan dalam mengantisipasi karhutla di Lingga melalui apel di Polres Lingga.

Kapolres Lingga, AKBP Arief Robby Rachman mengatakan melalui apel yang digelar Rabu (24/2) kemarin bertujuan untuk mempersiapkan segala sesuatu terhadap penggulangan Karhutla di Lingga.

"Apel itu dipimpin oleh Bapak Okta Tianus Wirsal sebagai Kepala BPBD Lingga.

Bersama saya dan Danlanal Dabo Singkep, Bapak Letkol Didik Hermawan," kata Arief Robby kepada TribunBatam.id, Kamis (25/2/2021).

Arief lalu menyebutkan, pasukan apel terdiri dari Personil TNI, personel Polres Lingga, personil Damkar Kabupaten Lingga, Satpol Pamong Praja (PP), Dinas Kesehatan, BPBD Kabupaten Lingga dan BMKG serta Basarnas Kabupaten Lingga.

Polres Lingga, BPBD, serta Instansi terkait Laksnakan apel kesiapsiagaan penanggulangan Karhutla di wilayah Kabupaten Lingga, Rabu (24/2/2021).
Polres Lingga, BPBD, serta Instansi terkait Laksnakan apel kesiapsiagaan penanggulangan Karhutla di wilayah Kabupaten Lingga, Rabu (24/2/2021). (TribunBatam.id/Istimewa)

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lingga, Okta Tianus Wirsal mengatakan bahwa, kebakaran hutan dan lahan merupakan salah satu masalah yang ada di Indonesia khusus Kabupaten Lingga.

Okta lalu menjelaskan, salah satu penyebab karhutla yaitu adanya kebiasaan sistem ladang berpindah yang dilakukan oleh sebagian masyarakat.

"Kebakaran hutan dan lahan terjadi setiap tahun secara berulang yang disebabkan oleh dua faktor.

Yaitu faktor manusia baik disengaja maupun tidak disengaja, dan faktor alam seperti kemarau yang berkepanjangan," jelas Okta.

Halaman
1234
Penulis: Febriyuanda
Editor: Septyan Mulia Rohman
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved