Breaking News:

BATAM TERKINI

Syarat Rumit Tarif Selangit, DPRD Batam Minta Standarisasi Tarif dan Prosedur Pemasangan Meteran Air

DPRD Batam meminta ada standarisasi tarif dan prosedur pemasangan meteran air. Hal itu menyusul keluhan warga soal rumitnya syarat pasang meter air.

TRIBUNBATAM.id/HENING SEKAR UTAMI
Anggota Dewan dari Komisi I DPRD Kota Batam tengah mengisi rapat dengar pendapat umum (RDPU) tentang Prosedur Pemasangan Meteran Air Baru di Kavling Siap Bangun (KSB) kawasan Sagulung, Jumat (26/2/2021). 

Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Utusan Sarumaha, mengharapkan, kendala yang ditemui masyarakat dalam pemasangan meteran air ini dapat segera ditindaklanjuti oleh instansi dan perusahaan terkait.

"Konsen kami saat ini bagaimana agar prosedur dan pedoman pemasangan instalasi air ini dapat diinformasikan kepada warga, agar tidak ada salah persepsi. Kami mengharapkan adanya standarisasi dari pihak terkait," jelas Utusan yang memimpin rapat pada siang hari itu.

Anggota Komisi I DPRD Kota Batam juga meminta pihak terkait, yakni para kontraktor dan perusahaan agar dapat menetapkan standarisasi terkait tarif dan persyaratan pemasangan meteran air.

Selain itu, DPRD Kota Batam juga menegaskan agar dalam implementasinya tidak ada warga yang sengaja dirugikan atau dipersulit.

Pasalnya, saat ini tarif yang dibebankan kepada warga cukup besar dan harganya berbeda-beda di berbagai lokasi. Hal ini tak pelak memunculkan dilema tersendiri di tengah masyarakat, sementara sambungan air adalah salah satu kebutuhan utama bagi masyarakat Kota Batam, khususnya warga Sagulung.

"Jangan ada kebijakan-kebijakan yang justru membuat masyarakat kesulitan. Ini juga menjadi tanggungjawab kami ke depan untuk memfasilitasi pelaku usaha dengan masyarakat," ujar Utusan.

Sebelumnya, Komisi I DPRD Kota Batam juga turut mengundang pihak PT Moya SPAM Batam dan Badan Pengusahaan (BP) Batam untuk memberikan penjelasan terkait prosedur pemasangan meteran air. Tetapi, pihak perwakilan PT Moya SPAM Batam maupun BP Batam berhalangan hadir.

Untuk itu, segala keluhan warga Sagulung yang ditampung dalam forum rapat tersebut akan segera dilaporkan ke pimpinan Ketua DPRD Kota Batam, dan akan dilakukan pemanggilan ulang terhadap instansi terkait.

"Kami akan menjadwalkan ulang RDP ini, rencananya di awal bulan Maret 2021 mendatang, sesuai permintaan PT Moya dan BP Batam," tegas Utusan.

Diharapkan, kehadiran pihak PT Moya SPAM Batam beserta BP Batam dalam rapat yang akan dijadwalkan mendatang dapat memberi informasi yang terang dan terperinci kepada masyarakat. Pemberian informasi semacam ini sangat didorong oleh DPRD Kota Batam, agar tidak terjadi hambatan dalam pelayanan publik. (TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Penulis: Hening Sekar Utami
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved