Breaking News:

Uang Retribusi Labuh Jangkar Cair! Diperjuangkan Sejak Nurdin Basirun dan Isdianto

UANG Retribusi Labuh Jangkar Cair! Diperjuangkan Nurdin Basirun dan Isdianto, Dipungut Masa Kepemimpinan Ansar Ahmad.

Penulis: Thom Limahekin | Editor: Thom Limahekin
TRIBUNBATAM.id/Ganjar Witriana
GRAFIS - Proses panjang pemungutan retribusi labuh jangkar di perairan Kepri. 

Editor: Thomm Limahekin

TRIBUNBATAM.id, BATAM - UANG Retribusi Labuh Jangkar Cair! Diperj uangkan H. Nurdin Basirun dan H. Isdianto, Dipungut pada Masa Kepemimpinan H. Ansar Ahmad.

Gubernur Kepulauan Riau ( Kepri), H. Ansar Ahmad  akan meluncurkan pemungutan perdana retribusi labuh jangkar pada Rabu (3/3/2021) siang.

Acara peluncuran tersebut berlangsung di area labuh jangkar Galang Kota Batam.

Kementerian Perhubungan serta Kementerian Kelautan dan Perikanan hadir dalam rangkaian acara tersebut.

Kepala Bidang Perhubungan Laut Dinas Perhubungan Pemprov Kepri, Azis Kasim Djou mengatakan, perj uangan Pemerintah Provinsi Kepri untuk memperoleh hak mengelola retribusi area labuh jangkar sudah cukup lama.

Setidaknya upaya itu dimulai sejak Januari 2019 lalu. Pemprov Kepri terus memperjuangkan retribusi labuh jangkar ke pemerintah pusat.

Baca juga: Mantan Gubernur Kepri Nurdin Basirun Dikabarkan Positif Covid-19, Apa Kata Anaknya?

SUAPAN ISTRI - Istri Gubernur Kepri Noor Lizah menyuapi suaminya Nurdin Basirun, pada acara ulang tahun ke-61 Nurdin di Rumah Jabatan Gubernur Kepri, 7 Juli 2018. Nurdin ditangkap KPK, setahun kemudian, 11 Juli 2019 dalam kasus dugaan gratifikasi di rumah jabatannya.
SUAPAN ISTRI - Istri Gubernur Kepri Noor Lizah menyuapi suaminya Nurdin Basirun, pada acara ulang tahun ke-61 Nurdin di Rumah Jabatan Gubernur Kepri, 7 Juli 2018. Nurdin ditangkap KPK, setahun kemudian, 11 Juli 2019 dalam kasus dugaan gratifikasi di rumah jabatannya. (dok_tribun-batam)

"Namun baru sekarang perj uangan tersebut berhasil. Dengan diberikannya hak penarikan retribusi area labuh jangkar, kita optimis akan memperbesar pendapatan daerah," jelas Azis Kasim pada media Selasa (2/3) sore.

Menurut Azis, hasil konsolidasi akhir terkait pemungutan retribusi labuh jangkar di perairan Galang dengan Manajemen PT. Bias Delta Pratama (Pengelola Area Labuh Jangkar), telah disepakati beberapa hal.

Pertama,  pihak pengelola (PT. Bias Delta Pratama) sangat berterima kasih dikunjungi Pemprov Kepri dan siap memenuhi kewajiban pembayaran retribusi kepada Pemprov Kepri mulai besok, Rabu 3 Maret 2021.

Kedua, pihak pengelola siap menyambut kebijakan baru tentang retribusi area labuh jangkar dan siap memberi dukungan penuh demi kemajuan daerah.  

"Ketiga, para pengelola area labuh jangkar siap menyukseskan acara peluncuran pemungutan perdana retribusi area labuh jangkar di Galang yang akan dilaksanakan besok," jelas Azis.

Dia menjelaskan, pengelolaan retribusi area labuh jangkar oleh daerah merupakan bagian dari semangat dari pelaksanaan UU Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Otonomi Daerah.

Baca juga: Sah! Labuh Jangkar Milik Kepri

BERBINCANG - Plt Gubernur Kepri, Isdianto berbincang dengan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan sebelum bertolak dari Batam, kemarin. Kepri berencana membangun Samsat untuk labuh jangkar dengan target memaksimalkan pemanfaatan ruang laut.
BERBINCANG - Plt Gubernur Kepri, Isdianto berbincang dengan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan sebelum bertolak dari Batam, kemarin. Kepri berencana membangun Samsat untuk labuh jangkar dengan target memaksimalkan pemanfaatan ruang laut. (IST)

Dalam undang-undang tersebut, diatur tentang kewenangan daerah provinsi untuk mengelola sumber daya alam di laut paling jauh 12 mil diukur dari garis pantai ke arah laut lepas dan/atau ke arah perairan kepulauan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved