Senin, 4 Mei 2026

KEPRI TERKINI

Wakil Gubernur Kepri Marlin Agustina Belum Divaksin Corona, Ternyata Ini Alasannya

Wakil Gubernur Kepri Marlin Agustina mengungkap alasannya belum mendapat vaksin corona.

Tayang:
TribunBatam.id/Roma Uly Sianturi
Wakil Gubernur Kepri Marlin Agustina Belum Divaksin Corona, Ternyata Ini Alasannya. Foto Wakil Gubernur Kepri Marlin Agustina. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Wakil Gubernur Kepri, Marlin Agustina Rudi mengaku hingga saat ini belum mendapat vaksin Covid-19.

Bukan tanpa sebab istri Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam Muhammad Rudi itu belum mendapat vaksinasi corona di Kepri.

Marlin pun mengungkap alasannya belum mendapat vaksin covid-19.

Ini dikarenakan Hal ini lantaran Marlin sudah memiliki imun tubuh yang tinggi.

"Saya ternyata, Alhamdulilah imun saya itu terbentuk sendiri.

Imun yang terbentuk di tubuh saya itu sudah tinggi banget, sampai 250. Jadi malah saya bahaya kalau divaksin," ujar Ketua Dekranasda Batam ini saat berada di Kantor Graha Kepri Lantai V, Batam Center, Selasa (2/3/2021).

Gebyar Melayu Pesisir Batam, Tumbuhkan Semangat UMKM saat Pandemi Covid-19. Foto Wakil Gubernur Kepri Marlin Agustina bersama Kepala Disperindag Batam Gustian Riau saat Gebyar Melayu Pesisir, Rabu (2/3/2021).
Gebyar Melayu Pesisir Batam, Tumbuhkan Semangat UMKM saat Pandemi Covid-19. Foto Wakil Gubernur Kepri Marlin Agustina bersama Kepala Disperindag Batam Gustian Riau saat Gebyar Melayu Pesisir, Rabu (2/3/2021). (TribunBatam.id/Istimewa)

Pendamping Gubernur Kepri Ansar Ahmad itu mengungkap, tingginya sistem imun tubuhnya ketika memeriksa darah ke Prodia beberapa waktu lalu.

Namun tidak diketahui, apakah selama ini Marlin pernah terpapar corona atau tidak.

"Saya tidak tahulah, ntah dulunya terkena atau tidak tapi tak ada gejala apa-apa.

Setiap di swab dan rapid hasilnya negatif.

Tapi ada 3 hari memang saya demam tapi tak parah.

Ternyata sebulan yang lalu saya periksa darah di prodia apakah saya pernah terpapar atau tidak.

Setelah diperiksa, ternyata imun saya tinggi," ungkapnya.

Lantas apakah Marlin tak bisa divaksin?

Baca juga: Wagub Kepri Marlin Agustina Ajak Masyarakat Peduli Sampah

Baca juga: Vaksinasi Corona di Kepri, Anggota DPRD Wahyu Wahyudin: Sering-sering Sosialisasi ke Warga

Vaksinasi corona dosis satu di Puskesmas Jabi, Kecamatan Nongsa, Kota Batam beberapa waktu lalu. Sebanyak 5.039 tenaga kesehatan (nakes) di Batam sudah menjalani suntik vaksin dosis dua.
Vaksinasi corona dosis satu di Puskesmas Jabi, Kecamatan Nongsa, Kota Batam beberapa waktu lalu. Sebanyak 5.039 tenaga kesehatan (nakes) di Batam sudah menjalani suntik vaksin dosis dua. (tribunbatam.id/ichwan nur fadillah)

Proses vaksinasi corona di Kepri bisa dilakukan dalam beberapa bulan kedepan.

Menunggu sampai imun tubuhnya bisa stabil.

"Katanya tunggu 2 sampai 3 bulan lagi. Imun yang terbentuk ini kalau tak dijaga, bisa 0 juga.

Seperti vaksin juga, karena sudah terbentuk sendiri.

Sebulan atau 2 bulan kedepan saya akan di vaksin," tutur wanita berkerudung ini sembari tersenyum.

Reaksi Kadinkes Kepri Usai Divaksin

Sementara vaksinasi corona di Kepri sudah diberikan kepada Kepala Dinas Kesehatan atau Kadinkes Kepri, Mohammad Bisri.

Bisri mengaku sudah divaksin Covid-19 dosis 1 dan 2.

Usai mendapat vaksin, Bisri mengatakan reaksinya hanya mengantuk.

"Sudah, 2 kali. Reaksinya ngantuk kalau saya," ujarnya saat berada di Kantor Graha Kepri Batam Center, Selasa (2/3/2021).

3.854 tenaga kesehatan dari total 5.980 tenaga kesehatan di Kepri telah menjalani vaksinasi covid-19 dosis kedua. Sisanya batal divaksin. 
3.854 tenaga kesehatan dari total 5.980 tenaga kesehatan di Kepri telah menjalani vaksinasi covid-19 dosis kedua. Sisanya batal divaksin.  (TRIBUNBATAM.id/BERES LUMBANTOBING)

Diakuinya reaksi setiap orang berbeda-beda usai divaksin.

Misalnya daya nafsu makan bertambah, pusing ringan dan lainnya.

Tapi yang jelas, tak ada yang sampai dirawat dirumah sakit usai di vaksin.

"Seperti Pak Kapolda malah semangat habis divaksin. Karena olahraga terus," katanya.

Seperti diketahui, Indonesia telah memulai vaksinasi Covid-19 sejak Rabu (13/1/2021).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi orang pertama yang menerima vaksin Covid-19 di Istana Merdeka.

Vaksinasi ini dilakukan setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi mengeluarkan izin penggunaan darurat untuk vaksin Sinovac pada Senin (11/1/2021).

Terkait pemberian vaksin Covid-19, banyak masyarakat di Tanah Air mungkin masih bertanya-tanya mengenai efek samping yang mungkin timbul setelah mendapatkan vaksin.

Kepala Dinas Kesehatan atau Kadinkes Kepri, Mohammad Bisri, Selasa (2/3/2021).
Kepala Dinas Kesehatan atau Kadinkes Kepri, Mohammad Bisri, Selasa (2/3/2021). (TribunBatam.id/Roma Uly Sianturi)

Masyarakat khawatir vaksin bisa menimbulkan efek samping serius.

Namun, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menyatakan bahwa vaksin Covid-19 tidak menimbulkan efek samping serius.

Dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes No. HK. 02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona virus Disease 2019 (Covid-19).

Dalam surat itu, dijelaskan bahwa secara umum, vaksin Covid-19 tidak menimbulkan reaksi pada tubuh, atau apabila terjadi, hanya menimbulkan reaksi ringan.

Vaksinasi memicu kekebalan tubuh dengan menyebabkan sistem kekebalan tubuh penerima bereaksi terhadap antigen yang terkandung dalam vaksin.

Reaksi lokal dan sistemik seperti nyeri pada tempat suntikan atau demam dapat terjadi sebagai bagian dari respons imun.

Komponen vaksin lainnya, misalnya bahan pembantu, penstabil, dan pengawet juga dapat memicu reaksi.

Oleh sebab itu, dalam alur pelayananvaksinasi Covid-19, petugas diarahkan untuk mempersilakan sasaran untuk menunggu 30 menit setelah pemberian vaksin.

Hal ini dilakukan untuk melihat reaksi yang mungkin muncul setelah penerima vaksin disuntik.

Selain reaksi vaksin, Kejadian Ikutan Pascavaksinasi atau biasa disebut KIPI yang terkait dengan kesalahan prosedur juga dapat terjadi.

Untuk itu, sistem pelayanan vaksinasi yang terdiri dari petugas pelaksana yang kompeten (memiliki pengetahuan cukup.

Terampil dalam melaksanakan vaksinasi dan memiliki sikap profesional sebagai tenaga kesehatan), peralatan yang lengkap,dan petunjuk teknis yang jelas, harus disiapkan dengan maksimal.(TribunBatam.id/Roma Uly Sianturi)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved