Sabtu, 30 Mei 2026

Warga Sumsel Ini Temukan Kendi Benda Purbakala Ribuan Tahun

Mirip sebuah Kendi ditemukan di dusun dua Desa Muarabetung Kecamatan Ulumusi Kabuaten Empatlawang, Provinsi Sumatra Selatan ( Sumsel)

Tayang:
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Susanto menunjukan benda berupa kendi diduga peninggalan zaman purba di Desa Muarabetung Kecamatan Ulumusi Kabupaten Empatlawang. 

EMPATLAWANG, TRIBUNBATAM.id - Warga di dusun dua Desa Muarabetung Kecamatan Ulumusi Kabuaten Empatlawang, Provinsi Sumatra Selatan ( Sumsel), menemukan barang antik, mirip sebuah Kendi.

Potongan bibir guci dari tanah liat masih tertanam didalam tanah, dan benda mirip sebuah kendi. Diduga benda kendi ini berumur ribuan tahun.

Serta sebuah batu datar seperti meja berada di tengah perkampugan warga dusun dua tersebut.

Benda-benda ini sedikit bukti peninggalan zaman dahulu jika sebelumnya di lokasi ini pernah menjadi peradaban manusia zaman purbakala di Kabupaten Empatlawang.

Baca juga: Kebun Susno Duadji Mendadak Heboh, Petani Temukan Situs Purbakala, Arkeolog Harus Lihat

Benda berupa seperti kendi berukuran sebesar periuk kecil ini ditemukan warga.

Saat menggali tanah di sekitar rumah belum lama ini di Dusun Dua Desa Muarabetung.

Namun sayangnya karena kurangnya mengerti penemu kendi yang didapat warga justru di cat warna hijau

dengan harapan sang pemikilnya agar kendi terlihat lebih menarik.

Benda kendi diduga peninggalan purba yang ditemukan warga nampak terbuat dari tanah liat

Baca juga: Bak Surga yang Jatuh ke Bumi Indonesia, Geopark Belitung Segera Diakui UNESCO

dikelilingi permukaan kendi terdapat arsiran arsiran kecil, sementara dibawah kendi terdapat lobang kecil seperti sudah pecah.

Tidak begitu sulit melihat kendi dan pecahan guci diduga peninggalan purba kala.

Namun warga seringkali enggan memberikan temuan ini karena takut benda temuan mereka akan diambil.

Benda berupa kendi ini ditemukan warga di Desa Muarabetung Kacamatan Ulumusi Empatlawang.

"Temuan benda mirip kendi ini adalah salah satu temuan disini oleh warga, namun karena kurang mengerti temuan kendi ini di cat oleh penemunya," ungkap Susanto(34) warga setempat saat dibincangi Sripoku.com, di lokasi.

Susanto menceritakan temuan seperti ini secara tidak sengaja oleh warga yang menggali tanah saat mendirikan bangunan rumah.

Baca juga: Alasan UNESCO Jadikan Pantun Sebagai Warisan Dunia

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved