Andi Mallarangeng Bocorkan Instruksi SBY, Singgung Kasus 1996 Saat PDI Suryadi Gusur Megawati

Kongres Luar Biasa (KLB) digelar sekelompok anggota Partai Demokrat yang akhirnya memutuskan Moeldoko sebagai ketua umum Partai Demokrat versi KLB.

Kolase Tribunnews
SBY DAN MEGAWATI: Andi Mallarangeng Bocorkan Instruksi SBY, Singgung Kasus 1996 Saat PDI Suryadi Gusur Megawati 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA- Andi Mallarangeng bocorkan instruksi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Singgung kasus 1996 saat PDI Suryadi gusur Megawati.

Partai Demokrat tengah menjadi sorotan publik beberapa waktu belakangan ini.

Hal itu menyusul adanya upaya pelengseran Agus Harimurti Yudhoyono selaku Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat.

Kongres Luar Biasa (KLB) pun digelar oleh sekelompok anggota Partai Demokrat yang akhirnya memutuskan Moeldoko sebagai ketua umum Partai Demokrat versi KLB.

SBY selaku Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat tidak tinggal diam setelah KLB Demokrat di Sibolangi yang dituding ilegal.

KLB di anggap mengkudeta posisi AHY sebagai Ketum Partai Demokrat dan mendudukkan Moeldoko sebagai pengganti.

Baca juga: Orang Dekat Anas Bocorkan Soal PAW Massal Partai Demokrat Usai Moeldoko Terpilih

Baca juga: Beredar Foto Mirip Apri Sujadi Hadir di KLB, Sekretaris DPD Demokrat Kepri: DPP sudah Tahu

Lantas apa instruksi SBY? Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat Kubu Moeldoko Cs telah digelar pada Jumat (5/3/2021) kemarin.

Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng menyatakan SBY selaku Ketua Majelis Tinggi Partai telah memberikan arahan terhadap seluruh kader untuk melawan KLB ilegal tersebut.

"Yang jelas (arahan SBY) orang-orang ini walaupun mereka menggunakan pendekatan kekuasaan dan uang tapi kami akan solid dan kami akan melawan. Kami akan melawan yang begini-begini," kata Andi dalam diskusi daring, Sabtu (6/3/2021).

Ia menuturkan gaya pengambilalihan kepemimpinan yang dilakukan Moeldoko Cs merupakan gaya-gaya lama.

Kasus ini tidak boleh kembali terulang di era demokrasi Indonesia yang telah modern.

"Terakhir itu tahun 1996. PDIP Suryadi menggusur Megawati karena dibackup kekuasaan. Sekarang ini bukan kader partai sedang aktif menjalankan kekuasaan di lingkaran presiden tiba tiba ingin mencaplok partai orang lain. Waduh ini sudah terlalu," ujar dia.

Baca juga: KLB Demokrat di Sumut Bukan Cuma Lengserkan AHY Namun Juga Bubarkan Majelis Tinggi Pimpinan SBY

Baca juga: Sikap Moeldoko Dicap AHY Tak Kesatria, Ketum Demokrat Abal-abal, Singgung Sesama Eks Prajurit TNI AD

Atas dasar itu, Andi mengungkapkan pihaknya sejak awal telah terbuka kepada masyarakat terkait isu kudeta di partai berlambang mercy tersebut.

Dia bilang, negara tidak boleh kembali ke kekuasaan seperti zaman 1996 silam.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved