Selasa, 9 Juni 2026

Drama KLB Demokrat: Bentrokan Berdarah, Tarian Perang hingga Kepala Staf Kepresiden Moeldoko Menang!

Konflik internal Partai Demokrat kian runyam, kader pecatan AHY melawan dengan melakukan Kongres Luar Biasa (KLB) tak berizin di Sibolangit, Sumut

Tayang: | Diperbarui:
Tribun Medan/Arjuna
Drama KLB Demokrat: Bentrokan Berdarah, Tarian Perang hingga Kepala Staf Kepresiden Moeldoko Menang! 

TRIBUNBATAM.id - Drama KLB Demokrat: Bentrokan Berdarah, Tarian Perang hingga Kepala Staf Kepresiden Moeldoko Menang!

Konflik internal Partai Demokrat kian runyam.

Kader pecatan AHY melawan dengan melakukan Kongres Luar Biasa (KLB) tak berizin di Sibolangit, Deliserdang.

KLB itu menentukan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko sebagai ketua umum.

Moeldoko yang bukan apa-apa dan eksternal di Demokrat masuk dan dituduh memperkeruh kondisi partai.

Ia yang bagian dari Istana dianggap banyak pihak menggunakan politik kekuasaan merebut kepemimpinan Demokrat dari putra sulung SBY, AHY.

Baca juga: KLB Demokrat Sibolangit Ditentang, Ketua DPC Dibujuk Uang 100 Juta, Kader Partai Lain Ikut-ikutan

Baca juga: Dicap Abal-abal oleh AHY, KLB Demokrat Kubu Moeldoko Berpeluang Dapat SK Menkumham, Pusaran Istana!

Sekadar mengingatkan, KLB Demokrat versi kader pecatan AHY di Sibolangit, Deliserdang, berlangsung panas pada Jumat (5/3/2021).

Bentrokan mewarnai KLB yang masih menjadi polemik di internal tubuh Partai Demokrat tersebut.

KLB akhirnya memilih Moeldoko sebagai Ketua Umum Demokrat yang menyaingi Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Melansir Kompas TV, dalam pidatonya Moeldoko menyebut KLB telah sesuai AD/ART Partai Demokrat.

Bentrok sebelum kongres

Sebelum KLB berlangsung, terjadi bentrokan di luar hotel antara pendukung KLB dengan massa yang dipimpin Ketua DPD Demokrat Sumut Herri Zulkarnain.

Dikutip dari Tribun Medan, massa pendukung KLB yang mengetahui keberadaan massa Herri Zulkarnain langsung keluar dari hotel.

Baca juga: Beredar Foto Mirip Apri Sujadi Hadir di KLB, Sekretaris DPD Demokrat Kepri: DPP sudah Tahu

Baca juga: Orang Dekat Anas Bocorkan Soal PAW Massal Partai Demokrat Usai Moeldoko Terpilih

Saat diminta membubarkan diri, Herri dan massanya melawan dengan menendang pembatas besi di SPBU.

Massa pendukung KLB kemudian menyerang Herri dan kawan-kawan dengan menggunakan besi dan kayu.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved