Breaking News:

BATAM TERKINI

bright PLN Batam Bantah Kirim 'Preman' Jaga Lokasi Pembangunan SUTT 

bright PLN Batam membantah dugaan bahwa pihaknya sengaja menempatkan sejumlah preman untuk menjaga lokasi pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi.

TRIBUNBATAM.id/HENING SEKAR UTAMI
Humas bright PLN Batam, Bukti Panggabean, diwawancarai usai rapat dengar pendapat (RDP) di Komisi III DPRD Kota Batam, Senin (8/3/2021). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - bright PLN Batam membantah dugaan bahwa pihaknya sengaja menempatkan sejumlah preman untuk menjaga lokasi pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) di kawasan Perumahan Bandara Mas, Belian, Batam Kota.

Dugaan ini timbul setelah beredarnya video yang menampilkan kisruh dengan kekerasan yang dilakukan oknum pihak kontraktor terhadap warga Perumahan Bandara Mas yang memprotes pembangunan SUTT.

"Nggak lah, pekerjaan SUTT 150 kV ini kan diberikan kepada pihak ketiga, yaitu kontraktor. Di lokasi, mereka kan punya alat-alat berat seperti beko, buldoser, nah, mereka menyediakan pekerja untuk mengawasi dan mengamankan alat berat itu," ujar Humas bright PLN Batam, Bukti Panggabean.

Sebelumnya, Ketua RW 20 Kelurahan Belian, Batam Kota, Dharta Pratama, mengatakan terdapat korban pengeroyokan dari sisi warga di dalam bentrok fisik tersebut. Warga yang menjadi korban juga telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Batam Kota.

"Kemarin tanggal 2 Maret, korban sudah membuat laporan ke Polsek," ujar Dharta.

Atas pelaporan ini, pihak bright PLN Batam pun menyatakan akan menghormati proses hukum yang sedang berlangsung. Komisi III DPRD Kota Batam juga telah merekomendasikan agar pengerjaan SUTT ini dihentikan untuk sementara waktu hingga ditemui titik terang antara pihak perusahaan dengan warga.  

Anggota Dewan Gebrak Meja

Polemik Warga Perumahan Bandara Mas, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota dengan oknum penjaga pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi atau SUTT dibawa ke DPRD Batam.

Dalama Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi III DPRD Batam terungkap, jika insiden serupa kerap terjadi.

Ini karena warga Bandara Mas sudah lama menolak pembangunan SUTT yang berdekatan dengan permukiman warga tersebut.

Halaman
1234
Penulis: Hening Sekar Utami
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved