BATAM TERKINI
bright PLN Batam Bantah Kirim 'Preman' Jaga Lokasi Pembangunan SUTT
bright PLN Batam membantah dugaan bahwa pihaknya sengaja menempatkan sejumlah preman untuk menjaga lokasi pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi.
"Kami meminta pengerjaan SUTT ini dihentikan sampai inkrah, dan jangan sampai ada lagi premanisme di sekitar lokasi tersebut," tegas Dharta.
Sementara Direktur Departemen Operasional bright PLN Batam, Edyansyah, mengatakan pembangunan SUTT tersebut merupakan permitaan dari para pemangku kepentingan di wilayah Batam Kota dan Nongsa.
"PLN Batam membangun SUTT ini sesuai permintaan dari stakeholder.
Kalau ini dihentikan, kami akan kesulitan mendukung pasokan listrik ke daerah Nongsa, sementara Nongsa kan sudah dijadikan kawasan pariwisata, industri, dan bahkan KEK," jelas Edy, pada kesempatan yang sama.
Edy menambahkan, pihaknya juga mengaku prihatin dengan insiden bentrok yang terjadi antara warga dengan oknum yang diduga preman, seperti yang beberapa hari lalu terjadi.
Baca juga: BLOKIR Jalan, Ibu-ibu Warga Bandara Mas Batam Gelar Aksi Penolakan Pembangunan Sutet
Pihaknya mengaku bersedia menghentikan pengerjaan SUTT apabila dari sisi stakeholder juga menghendaki pekerjaan itu dihentikan.
Selama ini, menurutnya, belum ada dasar yang jelas untuk menghentikan pekerjaan tersebut.
"Kalau stakeholder bilang stop, ya kami stop.
Masalahnya kan, saat ini kebutuhan listrik di Batam semakin meningkat, apalagi dengan adanya pandemi Covid-19, hampir sebagian besar orang berkegiatan di rumah," tambah Edy.
DPRD Batam Bereaksi
Pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) di kawasan Perumahan Bandara Mas, Belian, Kecamatan Batam Kota, Provinsi Kepri menimbulkan berbagai penolakan dari warga sekitar.
Melihat hal itu, Komisi III DPRD Batam pun meminta agar pengerjaan SUTT tidak lagi dilanjutkan untuk sementara waktu sampai mediasi antara pihak bright PLN Batam dan warga dilaksanakan.
Mediasi ini tak lain guna membahas tentang insiden kekerasan yang baru-baru ini terjadi dalam bentrok antara warga dengan oknum penjaga SUTT di lokasi terkait.
Ketua Komisi III DPRD Batam, Werton Panggabean menyayangkan aksi premanisme telah terjadi di lokasi tersebut, yang menimbulkan kekerasan fisik terhadap warga sekitar.
Pihaknya menyarankan, bright PLN Batam tetap mengedepankan musyawarah dan mufakat untuk mengatasi persoalan yang ada.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/08032021humas-bright-pln-batam.jpg)