Minggu, 31 Mei 2026

3 Dosa Besar Dunia Pendidikan Indonesia Versi Menteri Pendidikan Nadiem Makarim, Apa Itu?

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyinggung soal 3 dosa besar yang terjadi di dunia pendidikan saat ini, salah satunya perundungan

Tayang:
jefrima/tribunnews
3 Dosa Besar Dunia Pendidikan Indonesia Versi Menteri Pendidikan Nadiem Makarim, Apa Itu? 

TRIBUNBATAM.id - 3 Dosa Besar Dunia Pendidikan Indonesia Versi Menteri Pendidikan Nadiem Makarim, Apa Itu?

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyinggung soal 3 dosa besar yang terjadi di dunia pendidikan saat ini.

Ia menyampaikan hal ini saat menjadi pembicara di webinar bertema Perempuan Pemimpin dan Kesetaraan Gender.

Intoleransi, kekerasan seksual dan perundungan adalah hal yang paling "berdosa" ada di dunia pendidikan menurut mantan bos GoJek itu.

Baca juga: TANGISAN Nasabah Bumi Putera di Batam, Niat Menabung Biaya Pendidikan Anak Justru Kena Tipu 

Baca juga: Sandiaga Uno Gagas Wisata Pendidikan di Bali, Diyakini Peluang dengan Protokol Kesehatan yang Tepat

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim memberikan kata sambutan usai serah terima jabatan (sertijab) di Gedung Kemendikbud, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (23/10/2019). Nadiem Makarim resmi ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Pendidikan Tinggi (Mendikbud Dikti) pada Kabinet Indonesia Maju 2019-2024.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim memberikan kata sambutan usai serah terima jabatan (sertijab) di Gedung Kemendikbud, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (23/10/2019). Nadiem Makarim resmi ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Pendidikan Tinggi (Mendikbud Dikti) pada Kabinet Indonesia Maju 2019-2024. (Tribunnews/Jeprima)

"Ketiga hal tersebut sudah semestinya tidak lagi terjadi di semua jenjang pendidikan

yang dialami oleh peserta didik kita.

Khususnya perempuan," ungkap Nadiem.

Nadiem menegaskan, siswa perempuan secara umum lebih rentan terhadap tindak kekerasan.

Baca juga: Menkumham Berharap Literasi Digital Harus Menjadi Bagian Pendidikan Masyarakat

Baca juga: 5 Film Bertema Pendidikan Sangat Direkomendasikan Ditonton Akhir Pekan

Ketiga dosa besar di dunia pendidikan tersebut,

lanjut Nadiem, secara umum mempengaruhi tumbuh kembang peserta didik.

Selain itu, tindakan ini juga mempengaruhi mereka dalam menentukan keputusan

yang mereka ambil untuk menggapai cita-citanya.

Mendikbud Nadiem Makarim menjelaskan siswa di zona hijau sudah bisa masuk sekolah, sedangkan zona merah, kuning, oranye dilarang tatap muka
Mendikbud Nadiem Makarim menjelaskan siswa di zona hijau sudah bisa masuk sekolah, sedangkan zona merah, kuning, oranye dilarang tatap muka (Kemendikbud)

Nadiem menambahkan, Kemendikbud telah mendorong terciptanya lingkungan belajar yang aman bagi peserta didik perempuan.

Dengan diterapkannya Permendikbud nomor 82 tahun 2015 tentang pencegahan

dan penanggulangan tindak kekerasan di lingkungan satuan pendidikan untuk tingkat PAUD, Dasar dan Menengah.

"Saat ini Kemendikbud juga tengah mendiskusikan rancangan Permendikbud pencegahan

dan penanggulangan kekerasan seksual di perguruan tinggi.

Baca juga: Warga Nikmati Program Pendidikan Gratis Pemkab Bintan, Biaya Masuk sama Seragam Gratis

Mekanisme terbaik untuk menerima dan menindaklanjuti laporan tiga dosa besar pendidikan di PAUD,

sekolah dasar, menengah yang datang dari siswa, guru atau masyarakat," beber Nadiem.

Menurut Nadiem, mekanisme terbaik untuk mendorong sekolah dan perguruan tinggi

membentuk satuan kerja pencegahan kekerasan.

Nadiem mengaku, peraturan Menteri untuk perguruan tinggi dan mekanisme ini dirancang

penuh kehati-hatian dan pertimbangan agar pelaksanaannya nanti bisa berjalan

secara tepat dan sesuai dengan harapan.

Mendikbud Nadiem Makarim di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (20/2/2020)
Mendikbud Nadiem Makarim di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (20/2/2020) (Tribunnews.com/ Reza Deni)

"Satu hal yang perlu diingat, kami hanya menjadi satu ombak kecil di tengah upaya menciptakan

lingkungan yang mendukung bagi perempuan.

Hanya dengan kesadaran dan kemauan semua lapisan masyarakat untuk bersama-sama

memantik gelombang perjuangan," tegas Nadiem.

Dengan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung bagi perempuan,

mulai dari rumah, sekolah, perguruan tinggi hingga tempat kerja.

Hal ini akan mendorong kemunculan lebih banyak perempuan pemimpin di masa depan dengan kecerdasan dan karakter.

Baca juga: Tak Ada Batasan Pendidikan, Simak Syarat dan Cara Daftar Beasiswa Pertukaran Pemuda di Korea Selatan

Nadiem berharap, momentum Hari Perempuan Internasional ini menjadi pengingat

bahwa semua perjuangan menuju kesetaraan gender masih panjang dan membutuhkan gotong-royong semua golongan untuk mewujudkannya.

"Mari terus pertahankan semangat Hari Perempuan untuk Indonesia setara bersama," tutup Nadiem.

Sebelumnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengadakan webinar dengan tema Perempuan Pemimpin dan Kesetaraan Gender.

Hari Perempuan Internasional diperingati tiap tanggal 8 Maret.

Menteri Pendidikan Nadiem Makarim sempat menyinggung awal mula diperingati Hari Perempuan Internasional.

Yaitu saat serikat buruh garmen perempuan di New York, Amerika Serikat

menyuarakan aspirasi mereka untuk mendapatkan upah yang layak pada 8 Maret 1957 lalu.

Baca juga: Syarat dan Cara Mendapatkan Kuota Internet Gratis Kemendikbud 2021, Ikuti Langkah Berikut

Baca juga: Syarat dan Cara Daftar KIP Kuliah dari Kemendikbud, Simak 5 Trik Jitu Agar Lolos

Baca juga: Ini Syarat dan Ketentuan dari Mendikbud tentang Penerimaan Siswa Baru Masa Pandemi Covid Tahun 2021

"Semangat perjuangan serupa telah ditunjukkan perempuan Indonesia

dalam menggugat ketimpangan dan ketidakadilan gender di sekitar mereka," kata Nadiem Makarim saat membuka Webinar yang disiarkan langsung di YouTube Kemendikbud, Senin (8/3/2021).

Webinar ini menghadirkan tiga pembicara lainnya yakni Chatarina Muliana selaku Inspektur Jenderal Kemendikbud RI,

Franka Makarim selaku Co-Founder Tulola Jewelry dan Angkie Yudistia selaku staf khusus Presiden Joko Widodo.

Baca juga: Wali Kota Batam Jadikan 20 Sekolah Percontohan Sekolah Penggerak, Dukung Program Nadiem Makarim

Baca juga: Pedoman Baru Penentuan Kenaikan Kelas di Masa Pandemi, Nadiem Makarim Keluarkan Edaran

Baca juga: Lewat Guru Penggerak, Mendikbud Nadiem Makarim Jadikan Pendidikan Fokus ke Siswa

.

.

.

Baca berita menarik TRIBUNBATAM.id lainnya di Google

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Mendikbud: Masih Ada 3 Dosa Besar dalam Dunia Pendidikan Indonesia

(*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved