KISRUH PARTAI DEMOKRAT

Gantian! SBY Mengaku Salah Milih Moeldoko, Kini Darmizal Mengaku Menyesal Dukung SBY Jadi Ketum

Darmizal mengaku menyesal pernah mendukung Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) agar terpilih pada Kongres Partai Demokrat tahun 2015 lalu

JAKARTA, TRIBUNBATAM.id - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merasa menyesal dan meminta maaf pernah memberikan dan memilih jabatan kepada Moeldoko sebagai Panglima TNI kala ia menjadi Presiden RI. 

Hal itu setelah SBY melihat Kepala Staf Kepresidenan itu kini mengkudeta kepemimpinan putranya, Agus Harimurti Yudhoyono sebagai Ketua Umum Partai Demokrat melalui Kongres Luar Biasa (KLB).

Baca juga: Darmizal Menangis Menyesal Pernah Dukung SBY, Anggap Partai Demokrat Rezim Diktator

Presiden RI ke-16 ini berkata, Moeldoko melakukan perebutan kepemimpinan yang tidak terpuji dan jauh dari sikap kesatria. "Sebuah perebutan kepemimpinan yang tidak terpuji dan jauh sikap ksatria dan nilai moral," cetus SBY dalam konferensi pers, Jumat (5/3/2021).

Lalu gantian. Kini anak buah SBY mengaku menyesal memilih SBY jadi Ketum Partai Demokrat. Hal ini dikatakan eks kader Partai Demokrat Darmizal.

Baca juga: Peserta KLB Demokrat Tobat Minta Maaf ke AHY, Bongkar Keganjilan, 3 Kali Teken Surat Bermaterai

DARMIZAL - Darmizal menangis menyesal pernah dukung SBY, anggap Partai Demokrat rezim diktator. FOTO: DARMIZAL
DARMIZAL - Darmizal menangis menyesal pernah dukung SBY, anggap Partai Demokrat rezim diktator. FOTO: DARMIZAL (Kompas.com)

Darmizal mengaku menyesal pernah mendukung Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) agar terpilih pada Kongres Partai Demokrat tahun 2015 lalu.

Baca juga: Moeldoko Terkenal! Dicap Beban Istana Masuk Kisruh Demokrat, Relawan Jokowi Desak Kepala KSP Mundur

Salah satu penggagas kongres luar biasa (KLB) Deli Serdang itu mengaku dirinya merupakan sosok yang mengumpulkan ketua dewan pimpinan daerah (DPD) dan dewan pimpinan cabang (DPC) untuk mendukung SBY.

"Saya sangat menyesal memang menjadi aktor tim buru sergap untuk mendatangi ketua-ketua DPD, mengumpulkan ketua-ketua DPC agar mereka berbulat tekad membangun chemistry agar Pak SBY yang dipilih dalam Kongres 2015 di Surabaya," kata Darmizal dalam konferensi pers yang disiarkan akun Youtube Kompas TV, Selasa (9/3/2021).

Baca juga: Pengakuan Mengejutkan Peserta KLB Demokrat Deli Serdang, Mengaku Diiming-imingi Uang Rp 100 Juta

Sambil berusaha menahan air matanya, Darmizal mengaku tidak menyangka perbuatannya enam tahun lalu melahirkan kepengurusan di Partai Demokrat yang disebutnya diktator.

Ia pun menyampaikan permintaan maaf karena menurutnya pengurus DPD dan DPC kini disulitkan dengan adanya peraturan organisasi (PO) yang dikeluarkan pengurus pusat Demokrat.

Baca juga: Pengakuan Mengejutkan Peserta KLB Demokrat Deli Serdang, Mengaku Diiming-imingi Uang Rp 100 Juta

Darmizal menuturkan, setelah SBY terpilih sebagai ketua umum, ada aturan yang mewajibkan DPC dan DPD memberikan setoran kepada DPP Partai Demokrat.

"Saya bersalah, saya enggak tahu kalau akan lahir rezim diktator ini, sungguh saya enggak tahu akan ada PO yang memberatkan kalian menyetor setiap bulan, malu saya, saya malu," ujar dia.

Baca juga: Pengakuan Mengejutkan Peserta KLB Demokrat Deli Serdang, Mengaku Diiming-imingi Uang Rp 100 Juta

Diketahui, Darmizal merupakan salah satu kader Demokrat yang dipecat karena terlibat dalam upaya mengambil alih kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai ketua umum Partai Demokrat.

Upaya tersebut berujung pada terselenggaranya KLB yang digelar kubu kontra-AHY di Deli Serdang yang memilih Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko sebagai ketua umum Partai Demokrat. (*/tribunbatam.id)

BACA JUGA BERITA TERBARU TRIBUNBATAM.id di GOOGLE NEWS, klik di sini

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tersedu-sedu, Darmizal Mengaku Menyesal Pernah Dukung SBY Jadi Ketum Demokrat"

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved