Breaking News:

Elite Demokrat Tuding Pengurus Daerah Diancam Intelijen, KLB Tak Berizin, Polri: Kami Tak Berpolitik

Polri bereaksi atas tweet elite Partai Demokrat yang mengaku adanya dugaan ancaman dari intelijen kepolisian terhadap pengurus Demokrat di daerah

yaitu memelihara dan memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ia juga menegaskan bahwa anggota Polri tidak berpolitik.

"Polri tidak berpolitik sehingga jangan diseret ke ranah politik.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono (Tribunnews.com/Igman Ibrahim)

Tugas pokok Polri memelihara kamtibmas," ucap dia.

Argo pun mengatakan, jika kabar itu benar,

anggota yang bersangkutan akan ditindak tegas.

Dilansir dari Kompas TV,

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny K Harman mengungkapkan

dugaan adanya ancaman dari intelijen kepolisian terhadap pengurus Partai Demokrat di daerah.

Baca juga: TERBENTUK Kepengurusan DPP Partai Demokrat Versi KLB, Marzuki Alie jadi Ketua Dewan Pembina

Baca juga: AHY Makin Ganas, Pecat Beberapa Petinggi Partai Demokrat, Orang Kuat di Kepulauan Riau Salah Satunya

Baca juga: Ali Mochtar Ngabalin Pasang Badan, Tak Terima Andi Mallarangeng Libatkan Jokowi soal Kudeta Demokrat

Benny menyebut, para pengurus Partai Demokrat di daerah

dibujuk untuk mendukung KLB yang diselenggarakan di Deliserdang.

KLB itu digelar oleh kelompok yang kontra dengan kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

KLB kemudian menetapkan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

Beredar Video Pria Bagi-bagi Uang di KLB Demokrat yang Tetapkan Moeldoko Sebagai Ketua Umum
Beredar Video Pria Bagi-bagi Uang di KLB Demokrat yang Tetapkan Moeldoko Sebagai Ketua Umum (tribunmedan)

"Para pengurus Demokrat tingkat kabupaten dan kota kini resah.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved