Breaking News:

Masalah Rasisme di Batam Selesai, 2 Paguyuban Berdamai Usai Dijembatani Kapolres Barelang Yos Guntur

Kapolres Barelang Kombes Pol Yos Guntur kepada pewarta mengatakan, isu rasisme yang ada di Kota Batam telah diselesaikan dengan menandatangani deklara

Istimewa
Kapolrsta Barelang Kombes Pol Yos Guntur bersama dua ketua Paguyuban yang sempat bertegang, mereka akhirnya sepakat untuk berdamai 

BATAM, TRIBUNBATAM.id  – Sempat terjadi ketegangan antara dua paguyuban di Kota Batam, ketegangan tersebut terjadi antara Paguyuban Keluarga Nusa Tenggara Timur (PKNTT) Kota Batam dan Ikatan Keluarga Besar Sumatera Selatan (IKBSS).

Ketegangan tersebut dipicu ketika adanya isu ketegangan beberapa waktu lalu di Batam.

Ketegangan tersebut akhirnya pecah dan membuat dua Paguyuban di Batam sempat bersitegang.

Namun ketegangan tersebut akhirnya bisa didamaikan.

Kedua paguyuban ini sepakat berdamai di Polresta Barelang setelah dijembatani oleh Kapolresta Barelang Kombes Pol Yos Guntur.

Dilantai tiga Mapolresta barelang, pendandatanganan tersebut dilakukan pada Jumat (12/3/2021) pagi.

Baca juga: Heboh Pembunuhan Berantai di Bogor, Masih Ingat Ryan Jombang? Jalani Puasa Kifarat di Penjara

Baca juga: Alumni Kartu Prakerja Bisa Dapat Bantuan Rp 10 Juta, Begini Cara dan Syaratnya

Baca juga: JAWABAN PT Moya Soal Kenaikan Tagihan Air Warga Batam hingga Puluhan Kali Lipat

Deklarasi damai tersebut ditandatangani oleh dua ketua paguyuban, Angelinus mewakili masyarakat Nusa Tenggara Timur dan Nika Astaga mewakili masyarakat Sumatera Selatan yang ada di Kota Batam.

Deklarasi damai ini juga dihadiri Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Harmidi Umar Husein dan anggota Komisi III DPRD Batam, Muhammad Rudi.

Deklarasi damai tersebut berbunyi, Kami Ikatan Paguyuban PKNTT dan IKBSS menyatakan:

Kami siap mendukung pihak kepolisian dalam menjaga situasi Kamtibmas Kota Batam

Kami berjanji akan menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan dan musyawarah

Kami berjanji apabila tidak dapat menyelesaikan secara kekeluargaan atau musyawarah maka kami siap menempuh jalur hukum yang berlaku di Republik Indonesia

Membantu pihak kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Batam.

Baca juga: RAHASIA! Inilah 5 Fitur Tersembunyi di Google Search yang Jarang Diketahui

Poin terpenting dalam pertemuan kali ini yaitu kedua paguyuban sepakat menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Batam.

Kapolres Barelang Kombes Pol Yos Guntur kepada pewarta mengatakan, isu rasisme yang ada di Kota Batam telah diselesaikan dengan menandatangani deklarasi damai dua pihak.

Daklarasi damai dua paguyuban ini dilakukan untuk menepis isu rasisme antara dua suku yang ada di Kota Batam.

“Hari ini semua yang terjadi sudah kita selesaikan antara kedua kelompok dari Ikatan Keluarga Besar Sumatera Selatan dan PKNTT dan tidak ada lagi masalah untuk kedepannya,” kata Yos usai penandatanganan Deklarasi Damai.

Menurut Yos Guntur, ini dilakukan agar Kota Batam semakin kondusif dan isu ini tidak tersebar kemana-mana.

“Tugas kita hanya untuk menciptakan kedamaian dan kerukunan untuk tetap kondusif di Batam. Makanya kita kumpulkan ke dua paguyuban dan dua anggota DPRD Kota Batam (Harmidi dan Muhammad Rudi) untuk menandatangani perjanjian damai,” pungkasnya. (koe)

Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved