Breaking News:

Amien Rais Curigai Wacana Presiden 3 Periode, PKS Peringatkan Jokowi, Demokrasi Bakal Mati

Adanya kecurigaan Amien Rais dalam berubahnya pemilihan presiden menjadi 3 periode, pihak PKS juga turut memperingatkan Jokowi soal ini.

Editor: Mona Andriani
kolase
Amien Rais ungkap kecurigannya dalam pemilihan presiden 3 periode. 

TRIBUNBATAM.id - Heboh wacana masa jabatan presiden tidak lagi 2 periode tapi 3 periode.

Apalagi wacana isi sempat dibicarakan pendiri Partai Ummat, Amien Rais di kanal youtube miliknya.

Amien Rais mengungkapkan kecurigaan adanya usaha dari pemerintah Presiden Joko Widodo ( Jokowi) untuk menguasai semua lembaga tinggi negara.

Selain itu kecurigaan Amies Rais ini juga terhadap MPR dalam melakukan perubahan terhadap dua pasal.

Satu di antara dua pasal itu, Amien Rais mengatakan akan memberikan hak bagi presiden bisa dipilih tiga kali.

Mengenai wacana ini, sejumlah pihak angkat bicara.

Baca juga: Ada Skenario Jokowi Bakal Terpilih 3 Periode, Berikut Tanda-tandanya Menurut Amien Rais

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (  PKS), Mardani Ali Sera, mengungkapkan gagasan masa jabatan presiden menjadi tiga periode bertentangan dengan reformasi.

Mengutip Kompas.com, ia pun menilai jika benar itu terjadi, maka demokrasi di Indonesia akan mati.

"Ini berbahaya. Masyarakat dan kita semua wajib menjaga agar tidak ada gerakan, ide, gagasan presiden 3 periode karena ini bertentangan dengan reformasi dan dapat membuat demokrasi kita mati," ujarnya, Senin.

Mardani pun memperingatkan  Jokowi agar berhati-hati dengan pihak yang ingin mengambil muka atau justru menjerumuskan.

Pasalnya, secara hitung-hitungan, peluang amandemen UUD 1945 untuk mengubah masa jabatan presiden terbuka lebar dengan mayoritas parlemen yang dikuasai partai pendukung pemerintah.

Terlebih saat ini ada gerakan kudeta terhadap Partai Demokrat.

"Wajar sebagian pihak berpendapat ada peluangnya karena perimbangan oposisi dengan koalisi sangat jomplang."

"Apalagi ada gerakan (Partai) Demokrat mau dikooptasi atau sudah dikooptasi," katanya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved